Latar Belakang: Kebijakan pembatasan pergerakan dan pembatasan sosial di terapkan oleh beberapa negara sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus covid-19 . Akan tetapi kebijakan pembatasan pergerakan (lockdown) dan pembatasan sosial ini berdampak pada pada pembatasan pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh semua masyarakat termaksud pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pemanfaatan pelayanan ANC oleh ibu hamil selama situasi pandemic covid 19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey cross –sectional yang dilakukan di 3 puskemas yang ada di Kota Manado. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 90 ibu hamil yang direkrut dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskritif.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu hamil 58,% tidak teratur melakukan ANC selama pandemi covid 19. Proprosi ibu hamil yang mendapatkan zat besi selama ANC sebanyak 62%, proporsi ibu hamil yang mendapatkan asam folat sebanyak 53% dan proporsi ibu hamil yang mendapatkan imunisasi TT adalah 29%.Kesimpulan: Selama pandemi covid 19, sebagaian besar ibu hamil tidak teratur melakukan pemanfaatan pelayanan ANC. Hal tersebut disebabkan karena pembatasan pelayanan ANC. Perlu pemberdayaan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sederhana di rumah, dan mengoptimalkan konsultasi kesehatan ibu hamil melalui telepon dan media social.
Copyrights © 2025