Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui kegiatan Posyandu serta pengaruhnya terhadap pemberdayaan perempuan di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Integrasi Layanan Primer di desa ini terlaksana dengan baik melalui kolaborasi antara puskesmas, kader Posyandu, dan pemerintah desa. Kegiatan Posyandu meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, serta penyuluhan, yang secara rutin dijalankan oleh kader perempuan. Perempuan memiliki peran sentral dalam pengelolaan dan pelaksanaan Posyandu di Desa Kaligawe. Melalui peran sebagai kader, mereka tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan, tetapi juga menunjukkan peningkatan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri. Ini menunjukkan bahwa posyandu berfungsi ganda sebagai lembaga pelayanan kesehatan dan media pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Meskipun terdapat tantangan seperti partisipasi masyarakat yang fluktuatif, Integrasi Layanan Primer melalui posyandu terbukti mampu menjadi sarana pemberdayaan perempuan sekaligus penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Oleh karena itu, program ini perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan agar dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025