Pengelolaan arsip dinamis inaktif yang efektif merupakan faktor penting dalam mendukung tertib administrasi dan efisiensi kerja organisasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengelolaan arsip dinamis inaktif pada Sub Bagian Keuangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip dinamis inaktif belum berjalan efektif. Produktivitas, efisiensi, dan kepuasan tergolong rendah, kemampuan adaptasi belum memadai, sedangkan eksistensi menunjukkan tren perbaikan meskipun pelaksanaan prosedur belum konsisten. Ketidakefektifan tersebut disebabkan oleh akumulasi arsip lama yang belum terdokumentasi, keterbatasan jumlah arsiparis yang merangkap tugas lain, keterbatasan kapasitas ruang penyimpanan, serta ketidaksesuaian metode penyimpanan antara unit pengolah dan unit kearsipan. Berbeda dengan dugaan awal penelitian, temuan menunjukkan bahwa ketidakefektifan tidak terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman pegawai non-arsiparis, melainkan oleh faktor struktural dan historis pada unit kearsipan. Penelitian ini merekomendasikan penambahan sumber daya manusia bidang kearsipan, monitoring dan evaluasi penyusutan arsip secara berkala sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA), serta pemberian penghargaan kepada unit kerja yang menerapkan pengelolaan arsip secara tertib.
Copyrights © 2026