Isu limbah sering kali diabaikan oleh produsen dalam proses produksi, termasuk oleh sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Pengabaian ini menyebabkan sampah menjadi tempat akhir tidak terencana yang memicu akumulasi beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sebagai sektor yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian, UMK kuliner sekaligus menjadi salah satu penyumbang utama limbah kemasan. Guna memitigasi dampak negatif tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi mengenai urgensi pengelolaan sampah kemasan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta secara signifikan, yang divalidasi melalui perbandingan skor antara tahap pre-test (pra-edukasi) dan post-test (pasca-edukasi). Implikasi dari peningkatan kesadaran ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMK untuk mengintegrasikan aspek ramah lingkungan dalam pemilihan kemasan pada proses produksi mereka.
Copyrights © 2026