Penguatan literasi informasi merupakan kebutuhan penting pada jenjang sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran IPAS yang menuntut peserta didik memahami fenomena sosial dan alam secara kontekstual. Peserta didik perlu dibekali kemampuan memilah informasi, memahami sumber, serta menafsirkan fakta secara kritis melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Mbolo Weki (kerja sama sosial) sebagai strategi penguatan literasi informasi dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD. Mbolo Weki dipahami sebagai nilai budaya lokal yang menekankan musyawarah, kerja sama, tanggung jawab bersama, dan refleksi sosial dalam menyelesaikan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis Mbolo Weki dalam pembelajaran IPAS serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru, serta analisis aktivitas dan hasil tugas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Mbolo Weki dalam kegiatan mengamati, berdiskusi, mengolah, dan menyajikan informasi mendorong siswa untuk lebih aktif, sistematis, dan kritis dalam memahami materi IPAS. Siswa mampu mengidentifikasi fakta, membedakan informasi relevan, serta menyimpulkan pengetahuan melalui kerja sama kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Mbolo Weki efektif dalam memperkuat literasi informasi dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026