Permasalahan kritis yang teridentifikasi pada sumur JL-21 Lapngan TKL adalah microchanneling, yaitu terbentuknya saluran mikro pada annulus cement yang memungkinkan terjadinya kebocoran fluida antar formasi. Penilaian bertujuan untuk mendeteksi indikasi microchanneling serta menganalisis kualitas penyemenan berdasarkan parameter Bond Index (BI). Metode perhitungan melibatkan penentuan nilai atenuasi gelombang akustik, dengan nilai amplitudo free pipe sebesar 56 mV dan nilai amplitudo pada zona tercement sempurna sebesar 9 mV. Dari analisis tiga puluh satu titik kedalaman pada zona target, diperoleh nilai amplitudo CBL berkisar antara 20–49 mV dengan nilai BI antara 0,07 hingga 0,56, yang secara tegas menunjukkan kategori poor bonding atau kegagalan isolasi zonal. Hasil visual dari RBL juga memperkuat temuan ini dengan menunjukkan distribusi cement yang tidak merata secara radial. Untuk mengatasi kegagalan tersebut dan menutup jalur kebocoran, metode squeeze cementing dipilih sebagai tindakan perbaikan yang paling rasional. Berdasarkan perhitungan teknis, kebutuhan volume total cement slurry untuk menutup void microchanneling pada lima zona bermasalah adalah sebesar 60,05 Bbl.
Copyrights © 2026