Social studies learning at the junior high school level is often trapped in conventional lecture methods, making it difficult for students to understand the history of colonialism contextually. Cost and time constraints, as well as strict government regulations regarding study tours, limit students' access to historical sites directly in the field. This study aims to test the effect of a virtual tour of Semarang's Old Town in effectively improving the historical understanding of eighth-grade students at SMPN 6 Semarang. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design, this study involved sixty students who were divided equally into an experimental group and a control group. The research stages included administering a pre-test, administering innovative media treatments, and administering a post-test, which were analyzed using Welch's statistical test and N-Gain analysis. The research findings showed a significant positive effect with a significance value of 0.000. Quantitative data showed an increase in the average score in the experimental class from 67.07 to 89.33 with an N-Gain score of 0.7077, which is considered high. In contrast, the control class only showed an increase from 61.40 to 72.93. These results prove that the use of local history-based visual technology can provide a meaningful learning experience without the physical constraints of the school. The main conclusion confirms that virtual tours are very effective as an alternative contextual learning to strengthen students' understanding of history through digital exploration. ABSTRAKPembelajaran IPS di tingkat SMP sering kali terjebak dalam metode ceramah konvensional yang membuat materi sejarah kolonialisme sulit dipahami secara kontekstual oleh siswa. Kendala biaya dan waktu serta regulasi ketat pemerintah mengenai studi wisata membatasi akses siswa terhadap situs sejarah secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media virtual tour Kota Lama Semarang dalam meningkatkan pemahaman sejarah siswa kelas delapan di SMPN 6 Semarang secara efektif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, penelitian ini melibatkan enam puluh siswa yang terbagi secara adil ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahapan penelitian mencakup pelaksanaan tes awal, pemberian perlakuan media inovatif, dan pelaksanaan tes akhir yang dianalisis menggunakan uji statistik Welch serta analisis N-Gain. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Data kuantitatif memperlihatkan kenaikan rata-rata nilai pada kelas eksperimen dari 67,07 menjadi 89,33 dengan skor N-Gain 0,7077 yang termasuk kategori tinggi. Sebaliknya, kelas kontrol hanya menunjukkan kenaikan dari 61,40 menjadi 72,93 saja. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan teknologi visual berbasis sejarah lokal mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna tanpa kendala fisik sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa virtual tour sangat efektif sebagai alternatif pembelajaran kontekstual untuk memperkuat pemahaman sejarah siswa melalui eksplorasi digital.
Copyrights © 2026