Karang Taruna Tunas Harapan in Ngelosari, Sambirejo, Jumantono, Karanganyar manages jimpitan activities as a means of social learning to increase youth participation and social responsibility. The purpose of this study is to describe the participation of Karang Taruna Tunas Harapan in jimpitan activities to increase social responsibility and describe the inhibiting and supporting factors. This study uses a descriptive qualitative approach that focuses on Karang Taruna Tunas Harapan as the subject and jimpitan activities as the object to increase social responsibility. The informants include the Head of the RT and RW, the Head of the youth organization, and five members of the youth organization. Data collection techniques through participant observation, interviews, and documentation. The validity of the data used is triangulation of sources and techniques. Then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the participation of the Tunas Harapan Youth Organization (Karang Taruna Tunas Harapan) in jimpitan activities increases social responsibility, including: 1) self-control and respect for the rights of others, including members listening to criticism and suggestions from the community, reflecting an attitude of altruism and eliminating apathy and being responsible for the agreed duty schedule; 2) effort and participation, including all members willing to participate in jimpitan activities without coercion; 3) self-direction, including members checking each collection point as evidence of accountability while on duty; 4) helping others, including members being sensitive to environmental security conditions while traveling and having empathy for friends who need assistance while on duty. Inhibiting factors identified included bad weather, human error, and time constraints. However, its success was supported by internal solidarity, a sense of mutual cooperation, and full support from parents and community leaders. This study concludes that participation in jimpitan activities, as a positive activity managed effectively by the Tunas Harapan Youth Organization (Karang Taruna Tunas Harapan), can shape and increase active participation and social responsibility among youth. ABSTRAK Karang Taruna Tunas Harapan di Ngelosari, Sambirejo, Jumantono, Karanganyar mengelola kegiatan jimpitan sebagai sarana pembelajaran sosial untuk meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab sosial pemuda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi Karang Taruna Tunas Harapan dalam kegiatan jimpitan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial serta mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif yang fokus pada Karang Taruna Tunas Harapan sebagai subjek dan kegiatan jimpitan sebagai objek untuk meningkatkan tanggung jawab sosial. Informannya antara lain Ketua RT dan RW, Ketua karang taruna, serta lima anggota karang taruna. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Karang Taruna Tunas Harapan dalam kegiatan jimpitan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial yaitu 1) kontrol diri dan menghormati hak orang lain, antara lain anggota mendengarkan kritik saran dari masyarakat mencerminkan sikap altruisme dan menghilangkan apatisme bertanggung jawab atas kesepakatan jadwal bertugas, 2) usaha dan partisipasi, antara lain semua anggota mau berpartisipasi dalam kegiatan jimpitan tanpa paksaan, 3) pengarahan diri, antara lain anggota memberi tanda centang di setiap titik pengambilan menjadi bukti akuntabilitas ketika bertugas, 4) membatu sesama, antara lain anggota memiliki kepekaan terhadap kondisi keamanan lingkungan ketika berkeliling dan memiliki rasa empati terhadap teman yang membutuhkan pendampingan saat bertugas. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi cuaca buruk, human error, dan kendala waktu. Namun, keberhasilannya didukung oleh solidaritas internal, kesadaran bergotong royong, dan dukungan penuh dari orang tua serta tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi dalam kegiatan jimpitan sebagai kegiatan positif yang dikelola secara efektif oleh Karang Taruna Tunas Harapan dapat membentuk serta meningkatkan partisipasi aktif dan tanggung jawab sosial pemuda.
Copyrights © 2026