ABSTRACT The rapid development of artificial intelligence (AI) has transformed the learning paradigm in higher education by creating new opportunities to enhance learning effectiveness while simultaneously raising challenges related to academic ethics and academic integrity. Previous studies have predominantly focused on the impact of AI on learning outcomes and technology acceptance, whereas empirical research integrating artificial intelligence utilization, critical thinking disposition, artificial intelligence literacy culture, academic ethics, and academic integrity within a single conceptual model remains limited. This study aimed to examine the influence of artificial intelligence utilization and critical thinking disposition on academic ethics and academic integrity through artificial intelligence literacy culture as an intervening variable among pre-service teacher students at Universitas Negeri Surabaya. A quantitative approach employing a survey method was conducted with 353 respondents selected using proportional random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings revealed that all proposed hypotheses were supported. Artificial intelligence utilization and critical thinking disposition had positive and significant effects on academic ethics, academic integrity, and artificial intelligence literacy culture. Furthermore, artificial intelligence literacy culture significantly strengthened these relationships, with the strongest effect observed between critical thinking disposition and artificial intelligence literacy culture. These findings highlight that fostering AI literacy culture alongside critical thinking disposition constitutes a strategic approach to strengthening students' academic integrity and promoting the ethical, responsible, and sustainable use of artificial intelligence in higher education. ABSTRAK Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah paradigma pembelajaran di perguruan tinggi dengan menghadirkan berbagai peluang untuk meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus memunculkan tantangan terhadap etika dan kejujuran akademik. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti manfaat AI terhadap hasil belajar dan penerimaan teknologi, sedangkan kajian yang mengintegrasikan pemanfaatan AI, disposisi berpikir kritis, budaya literasi artificial intelligence, etika akademik, dan kejujuran akademik dalam satu model empiris masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan artificial intelligence dan disposisi berpikir kritis terhadap etika akademik serta kejujuran akademik melalui budaya literasi artificial intelligence sebagai variabel intervening pada mahasiswa kependidikan Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 353 responden yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima, di mana pemanfaatan artificial intelligence dan disposisi berpikir kritis berpengaruh positif serta signifikan terhadap etika akademik, kejujuran akademik, dan budaya literasi artificial intelligence. Selain itu, budaya literasi artificial intelligence terbukti berperan sebagai mekanisme yang memperkuat hubungan tersebut, dengan pengaruh terbesar ditemukan pada hubungan disposisi berpikir kritis terhadap budaya literasi artificial intelligence. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi AI yang didukung disposisi berpikir kritis merupakan strategi penting untuk memperkuat integritas akademik serta mendorong pemanfaatan artificial intelligence secara etis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026