ABSTRACT The digital era has transformed the patterns of social interaction among early childhood children through increased exposure to technology and digital information. Amid these developments, the phenomena of social distrust and public lie have emerged as hidden threats that may influence children's psychosocial development. This study aims to analyze how social distrust and public lie are discussed in the literature as factors affecting early childhood psychosocial development, identify the mechanisms through which they influence the development of trust, autonomy, and initiative, and examine the mitigation strategies recommended for educators and parents. This study employed a literature review method by analyzing Scopus-indexed scholarly articles published between 2019 and 2026. The analysis was conducted using the content analysis technique on studies discussing children's psychosocial development, lying behavior, parenting by lying, moral education, and the digital environment. The findings indicate that social distrust and public lie can reduce children's trust in authority figures, hinder the development of autonomy, and weaken social initiative. The digital environment further amplifies these risks by exposing children to information that is not always credible or appropriate for their developmental stage. Nevertheless, these negative impacts can be minimized through honesty-based moral education, strengthened digital literacy, positive role modeling by teachers and parents, and effective collaboration between families and early childhood education institutions. This review emphasizes that social trust constitutes a fundamental foundation for children's psychosocial development and should receive greater attention in the implementation of early childhood education in the digital era. ABSTRAK Era digital telah mengubah pola interaksi sosial anak usia dini melalui meningkatnya paparan teknologi dan informasi digital. Di tengah perkembangan tersebut, fenomena social distrust (ketidakpercayaan sosial) dan public lie (kebohongan publik) muncul sebagai ancaman tersembunyi yang berpotensi memengaruhi perkembangan psikososial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana social distrust dan public lie dijelaskan dalam literatur sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan psikososial anak usia dini, mengidentifikasi mekanisme dampaknya terhadap pembentukan kepercayaan, otonomi, dan inisiatif anak, serta mengkaji strategi mitigasi yang direkomendasikan bagi pendidik dan orang tua. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah terindeks Scopus yang dipublikasikan pada periode 2019–2026. Analisis dilakukan melalui teknik content analysis terhadap literatur yang membahas perkembangan psikososial anak, perilaku berbohong, parenting by lying, pendidikan moral, serta lingkungan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa social distrust dan public lie dapat menurunkan kepercayaan anak terhadap figur otoritas, menghambat pembentukan otonomi, serta melemahkan inisiatif sosial. Lingkungan digital berperan sebagai faktor yang memperkuat risiko tersebut melalui paparan informasi yang tidak selalu kredibel dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Namun demikian, dampak negatif tersebut dapat diminimalkan melalui pendidikan moral berbasis kejujuran, penguatan literasi digital, keteladanan guru dan orang tua, serta kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan anak usia dini. Kajian ini menegaskan bahwa kepercayaan sosial merupakan fondasi penting bagi perkembangan psikososial anak dan perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di era digital.
Copyrights © 2026