SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Vol. 6 No. 3 (2026)

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN DIGITAL: STUDI KASUS SDN KEMANTREN 1

Lailatun Nazilah (Universitas Nahdatul Ulama Sidoarjo)
Nurul Aini (Universitas Nahdatul Ulama Sidoarjo)
Akhwani Akhwani (Universitas Nahdatul Ulama Surabaya)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2026

Abstract

This study was motivated by the low level of digital citizenship competence among fifth-grade students at SDN Kemantren 1, particularly amid negative digital phenomena such as cyberbullying, hoax dissemination, and social media misuse. This study aims to describe the implementation of Pancasila Education learning in developing three elements of students' digital citizenship competence: digital communication, digital literacy, and digital rights and responsibilities. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through teacher interviews, classroom observations of teachers and students, and documentation studies, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with source triangulation to ensure data credibility. The results show that implementation was carried out through the use of a smart TV and smartphones to access digital learning media (earth3dmap, padlet, wayground), the integration of Pancasila values into the "Negaraku Indonesia" unit across three sessions, and the teacher's role as a role model for digital ethics. Students' digital citizenship competence scores increased from 60% ("Fairly Good") in the first session to a stable 80% ("Good") in the second and third sessions, despite obstacles such as limited personal smartphone ownership, digital skill gaps, technology misuse, and the absence of an official evaluation instrument. This study concludes that Pancasila Education learning effectively and progressively develops students' digital citizenship competence. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya kompetensi kewarganegaraan digital peserta didik kelas V di SDN Kemantren 1, khususnya dalam menghadapi fenomena negatif ruang digital seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan penyalahgunaan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam mengembangkan tiga elemen kompetensi kewarganegaraan digital peserta didik, yaitu komunikasi digital, literasi digital, serta hak dan tanggung jawab digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, observasi terhadap guru dan peserta didik, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk menjaga kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dilakukan melalui pemanfaatan smart TV dan smartphone untuk mengakses media pembelajaran digital (earth3dmap, padlet, wayground), pengintegrasian nilai-nilai Pancasila pada materi "Negaraku Indonesia" selama tiga pertemuan, serta peran guru sebagai role model dalam etika digital. Skor kompetensi kewarganegaraan digital peserta didik meningkat dari 60% (kategori Cukup Baik) pada pertemuan pertama menjadi 80% (kategori Baik) yang stabil pada pertemuan kedua dan ketiga, meskipun masih ditemukan hambatan berupa keterbatasan kepemilikan smartphone, kesenjangan kecakapan digital, penyalahgunaan teknologi, dan belum tersedianya evaluasi resmi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila efektif mengembangkan kompetensi kewarganegaraan digital peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

social

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan ...