SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Vol. 6 No. 3 (2026)

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN AKSES INTERNET DI WILAYAH BLANK SPOT (STUDI KASUS DI KALURAHAN HARGOMULYO GUNUNGKIDUL)

Gunawan Wibisono (Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa)
Sri Widayanti (Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

ABSTRACT Limited internet access remains one of the primary challenges to achieving equitable digital development in blank spot areas, particularly in regions characterized by difficult geographical conditions. Hargomulyo Village, Gedangsari District, Gunungkidul Regency, is one such area that continues to face these challenges due to its hilly topography, inadequate telecommunications infrastructure, and uneven network coverage. This study aims to analyze the implementation of infrastructure development and internet access policies in Hargomulyo Village using Merilee S. Grindle’s policy implementation framework, thereby providing empirical insights into the implementation of digital infrastructure policies in rural blank spot areas. This research employed a qualitative method with an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the policy implementation has generally been successful, as reflected in the increased utilization of the internet for public services, education, communication, and community economic activities. However, the equitable distribution of network quality remains constrained by geographical conditions, limited infrastructure, and the inadequate coverage of internet services in several areas. The successful implementation of the policy is supported by collaboration among the local government, village government, Village-Owned Enterprises (BUMDes), internet service providers, and the community. This study concludes that strengthening stakeholder collaboration, expanding digital infrastructure, and improving the quality of internet services are essential prerequisites for reducing the digital divide and promoting sustainable rural development. ABSTRAK Keterbatasan akses internet masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan pembangunan digital di wilayah blank spot, terutama pada daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala tersebut akibat karakteristik topografi perbukitan, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, serta belum meratanya kualitas jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengembangan infrastruktur dan akses internet di Kalurahan Hargomulyo menggunakan perspektif implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan paradigma interpretif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik, ditandai dengan meningkatnya pemanfaatan internet untuk pelayanan publik, pendidikan, komunikasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, pemerataan kualitas jaringan masih menghadapi kendala akibat kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan belum optimalnya jangkauan layanan di beberapa wilayah. Keberhasilan implementasi kebijakan didukung oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, BUMDes, penyedia layanan internet, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, pemerataan infrastruktur digital, serta peningkatan kualitas layanan internet menjadi faktor penting dalam mengurangi kesenjangan digital dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

social

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan ...