Penelitian ini menguji sejauh mana metode Guided Writing mampu meningkatkan keterampilan siswa Madrasah Tsanawiyah dalam mengarang cerita pendek. Masalah utama yang melatarbelakangi studi ini adalah lemahnya kemampuan mengarang siswa akibat rendahnya dorongan belajar, keterlibatan kelas yang minim, dan penggunaan teknik mengajar yang belum optimal. Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan quasi-experimental pretest-posttest two-group design. Sebanyak 46 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi seimbang ke dalam kelas eksperimen (pembelajaran Guided Writing) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional) masing-masing 23 orang. Pengukuran dilakukan menggunakan angket persepsi serta instrumen tes menulis cerpen (skor tertinggi 16) yang mengevaluasi aspek alur, tema, bahasa, dan karakterisasi. Menggunakan bantuan SPSS 26, data terbukti homogen dan berdistribusi normal. Hasil uji beda (Independent Sample T-Test) menghasilkan t=18,383 (df=44, sig." 2-tailed"<0,001), yang bermakna H_0 gugur dan H_1 terdukung. Dengan marjin rata-rata mencapai 31,000 unggul pada kelas eksperimen, temuan ini mengonfirmasi bahwa Guided Writing merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen sekaligus membangkitkan keaktifan belajar siswa MTs.
Copyrights © 2026