Internalisasi nilai agama pada anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter spiritual jangka panjang, namun kesenjangan antara program pembiasaan dan tingkat internalisasi nilai masih menjadi tantangan pedagogis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan, perencanaan, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan bernyanyi religi dalam mengembangkan nilai agama anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di TK Usthaka Ria, Palu Selatan, melibatkan 15 anak kelompok B dan guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan triangulasi sumber dan member check. Hasil menunjukkan kegiatan bernyanyi religi dilaksanakan terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengembangan nilai agama meningkat pada aspek iman, ibadah, dan akhlak, dengan sebagian besar anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya integrasi nyanyian religi sebagai strategi pembelajaran karakter berbasis seni di PAUD.
Copyrights © 2026