Perkembangan sosial emosional anak sangat dipengaruhi oleh proses kemampuan belajar dan perilaku mereka, termasuk dalam membangun kemampuan kemandirian anak. Namun, sering ditemukan bahwa metode pengajaran guru kurang mendukung kemandirian anak secara positif serta menggunakan pembiasaan yang negatif seperti mengancam, memaksa, dan menakuti anak. Anak merasa masalah yang dihadapi tersebut terbebani sehingga anak meluapkan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara negatif seperti memukul teman, berteriak, daim, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping mechanism positif anak usia 5-6 tahun dalam membentuk kemandirian melalui pendidikan karakter yang sehat dan positif sejak dini serta peran guru sebagai fasilitator dan inspiratif anak di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan 10 anak dari kelompok B yang diambil melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi 10 anak meliputi pengamatan perspektif mengenai perilaku anak dalam situasi sosial, tugas mandiri, dan saat anak menghadapi tantangan dalam melakukan tindakan mandiri, wawancara pada guru dan kepala sekolah, dan okumentasi berupa catatan perkembangan anak, portofolio, dan hasil kemandirian anak yang diambil melalui bukti foto dan video. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi coping mechanism yang tepat dapat membantu mengembangkan kemandirian secara menyeluruh dalam aspek fisik, sosial-emosional, dan intelektual dengan cara yang sehat dan positif melalui aspek focused problem coping dan emotion focused coping. Pembiasaan perilaku positif yang dilakukan secara konsisten oleh guru pada anak akan menguatkan karakter kemandirian anak hingga masa kedepan secara kemandirian fisik, sosial emosional, dan intelektual.
Copyrights © 2026