Pekerjaan open flame seperti pengelasan, pemotongan, dan penggerindaan merupakan aktivitas yang memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran, terutama jika dilakukan di area dengan risiko tinggi seperti zona satu PT. XYZ Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sistem K3 dan implementasi mekanisme inhibition serta override dalam sistem proteksi kebakaran di PT. XYZ Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja lapangan terhadap fungsi inhibition dan override masih terbatas. Sebagian besar supervisor memahami prosedur teknis namun masih menghadapi tekanan operasional yang memengaruhi pelaksanaan K3. Observasi menunjukkan bahwa beberapa prosedur K3 telah diterapkan dengan baik, namun masih ditemukan kendala seperti kurangnya sosialisasi dan pelatihan teknis rutin. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan teknis dan kesadaran pekerja terhadap sistem proteksi kebakaran, penguatan kontrol administratif dalam penggunaan inhibition dan override, serta pemantauan berkala untuk memastikan prosedur K3 berjalan efektif. Penerapan sistem proteksi yang optimal sangat penting dalam menjamin K3 di lingkungan industri yang berisiko tinggi.
Copyrights © 2026