Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI KESELAMATAN KERJA PADA PEMBUATAN AREA DRILLING RIG DENGAN PENDEKATAN TASK RISK ASSESMENT (STUDI KASUS PADA XYZ INDONESIA DI KALIMANTAN TIMUR) Komeyni Rusba; Hardiyono Hardiyono; James Evert AL; Impol Siboro; Patunru Pongky; Indrawan Tobarasi
Jurnal Public Policy Vol 5, No 2 (2019): Mei-Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.916 KB) | DOI: 10.35308/jpp.v5i2.1130

Abstract

Implementation of work safety in making an area of things that need to be observed the process from upstream to downstream, because occupational safety lives or is on every task of the work that has been arranged in such a way by the company and is divided completely in each section/division as the function of management in work management . This study discusses the implementation of work safety in the drilling rig area at XYZ Indonesia with the task risk assessment approach in East Kalimantan. The purpose of this study is to describe the achievements of the implementation of work safety in the construction of the drilling rig area in XYZ Indonesia with the task risk assessment approach. From the results of the study, the implementation of work safety in the construction of the drilling rig area in XYZ Indonesia with the task risk assessment approach is to carry out controls that have been regulated based on the procedures and technical guidelines for occupational safety and health of XYZ Indonesia on the work of making drilling locations for 43 activities to reduce risk in each activity.
Optimasi Waktu dan Biaya Proyek Menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO): Time and Cost Project Optimization Using the Time Cost Trade Off (TCTO) Method Ichwan Setiawan; Impol Siboro; Muhammad Faisyal
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.192 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan variasi penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan alat berat, serta membandingkan dengan perubahan biaya sesudah penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan alat berat. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis menggunakan metode time cost trade off. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu dan biaya total proyek kondisi normal 180 hari dengan biaya Rp.9.623.581.000. Setelah penambahan 1 jam kerja lembur crashing 164,36 hari dengan biaya Rp.9.642.449.620, penambahan 2 jam kerja lembur crashing 154,46 hari dengan biaya Rp.9.732.056.859, dan penambahan 3 jam kerja lembur crashing 148,32 hari dengan biaya Rp.9.855.824.505. Waktu dan biaya total proyek setelah penambahan alat akibat waktu lembur 1 jam crashing 164,36 hari dengan biaya Rp.9.591.488.049, penambahan alat akibat waktu lembur 2 jam crashing 154,46 hari dengan biaya Rp.9.568.245.162, dan penambahan alat akibat waktu lembur 3 jam crashing 148,32 hari dengan biaya Rp.9.557.430.488. Berdasarkan hasil penambahan jam lembur dengan penambahan alat dari kondisi normal yang paling efektif adalah penambahan alat akibat durasi dari lembur 3 jam dengan selisih waktu 31,68 hari dan selisih biaya Rp.66.150.512. Biaya mempercepat durasi proyek pada penambahan alat berat lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan apabila proyek mengalami keterlambatan dan dikenakan denda. The purpose of this study is to calculate changes in the cost and time of project implementation with variations in the addition of working hours (overtime) and the addition of heavy equipment, and to compare with changes in costs after the addition of working hours (overtime) and the addition of heavy equipment. The data used in this research is secondary data obtained from the contractor. The analysis uses the time cost trade off method. The results of this study indicate that the total time and cost of the project under normal conditions is 180 days at a cost of Rp.9,623,581,000. After adding 1 hour of crashing overtime work of 164.36 days at a cost of Rp.9,642,449,620, additional 2 hours of crashing overtime work of 154.46 days at a cost of Rp.9,732,056,859, and additional 3 hours of crashing overtime work of 148.32 days at a cost Rp.9,855,824,505. Time and total cost of the project after adding equipment due to overtime time of 1 hour crashing 164.36 days at a cost of Rp.9,591,488,049, additional equipment due to overtime time of 2 hours crashing 154.46 days at a cost of Rp.9,568,245,162, and additional equipment due to overtime crashing 3 hours 148.32 days at a cost of Rp.9,557,430,488. Based on the results of the addition of overtime hours with the addition of tools from normal conditions, the most effective is the addition of equipment due to the duration of 3 hours of overtime with a time difference of 31.68 days and the difference in cost of Rp.66,150,512. The cost of accelerating the project duration in adding heavy equipment is cheaper than the costs that must be incurred if the project is delayed and is subject to fines.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PADA AKTIVITAS PENGUPASAN PERMUKAAN TANAH DAN PENGANGKUTAN TOP SOIL DAN OVERBURDEN DI PT ALAM JAYA PRATAMA KUTAI KARTANEGARA Hardiyono Hardiyono; Patunru Pongky; Komeyni Rusba; Impol Siboro; Adrian Pranajaya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022 (in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2289

Abstract

Occupational Health and Safety (OHS) is in the interest of workers, employers and governments around the world. Coal mining is a long-term activity, involving high technology and capital intensive. Identification of occupational hazards and risks is an early stage that must be considered by the company. The purpose of this study is to identify hazards and risks as well as carry out risk assessment and risk control in stripping activities and transportation of top soil and overburden (OB) at PT. Alam Jaya Pratama Kutai Kartanegara. Data collection and regarding hazard identification and risk assessment are analyzed with IBPR then evaluated and determined for risk control efforts so that they can work safely. This research is a qualitative research, namely descriptive research. In the study there were 7 sources. The final result of the identification of hazards and risks are 27 identified hazard activities, and for the percentage before additional controls are carried out. Stripping activity and transportation of top soil, high 23%, medium 23% and low 54%. And the activity of stripping the soil surface and transporting overburden, high 21%, medium 21% and low 58%. After additional control was carried out, the percentage of risk experienced a good change with percentages, high 0%, medium 0% and low 100% in stripping activities and transporting top soil and overburden (OB). It is known that risk assessment and control are included in the effective category.
INSPEKSI STORAGE TANK DI PT. ABC PADA PROYEK PT. XYZ MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION Hardiyono Hardiyono; Patunru Pongky; Sri Purwanti; Komeyni Rusba; Impol Siboro; Hana Eka Putri
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 9: April 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i9.376

Abstract

Storage tank (tangki timbun) merupakan salah satu objek yang dianggap penting dalam industri perminyakan dan gas bumi karena menyimpan produk utama dalam jumlah yang banyak dan berdampak besar. Tangki timbun yang digunakan tanpa henti setiap harinya dapat mengakibatkan rentan akan terjadinya kerusakan yang dapat menimbulkan gangguan pada proses kerja. Untuk itu penting dilakukan inspeksi berkala sebagai preventif dalam mencegah kerugian besar bagi perusahaan. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui tingkat risiko pada aspek desain tangki penimbum nomor 610-TK-101 yang berisikan bahan bakar minyak berbahaya dengan produk crude oil dan jadwal inspeksi secara interval di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode Risk based Inspection (RBI). Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Sementara data sekunder dilakukan dengan cara kajian literatur. Pengelohan dan analisis data terdiri atas pemeringkatan risiko kemungkinan dan konsekuensi kegagalan, mengukur dan menghitung ketebalan minimum tangki dan corrosion rate tangki dan menentukan risk matrix Risk Based Inspection dan sisa umur tangki. Hasil penelitian menunjukan tingkat risiko pada tangki nomor 610-TK-101 adalah medium risk atau risiko sedang. Laju korosi paling tinggi pada course 4 dengan hasil perhitungan 0,690 mm/tahun dengan nilai minimum ketebalan tangki 6,15 mm. Hal ini menunjukan dalam waktu 2 tahun kedepan tangki 610-TK-101 harus dilakukan inspeksi oleh pihak yang berwenang untuk mencegah terjadinya kerusakan.
PENGGUNAAN LIMBAH JANJANG KOSONG SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI PT. ABC KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Komeyni Rusba Rusba; Pratama Sari; Iwan Zulfikar; Impol Siboro; Widya Mulya; Riska Putri Anggraeni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20688

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tanaman sawit merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditanam oleh masyarakat. hal ini dikarenakan buah kelapa sawit yang bisa berukuran besar dan juga bisa memiliki kestabilan harga walaupun terkadang harga juga bisa mengalami penurunan. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting bagi peningkatan ekonomi. Limbah janjang kosong hasil industri pengolahan sawit juga menimbulkan bau yang menyengat dan akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Penanggulangan bau pada janjang kosong ini adalah dengan solusi pemanfaatan limbah agar limbah janjang kosong dapat dimanfatkan sebagai pupuk agar bermanfaat dan mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang diperoleh berdasarkan data kuisioner penelitian selama 30 hari pada kelapa sawit yang berumur 9 bulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan limbah janjang kosong pada pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang berumur 9 bulan..
Prosedur Contractor Safety Management System (CSMS) Di PT. XYZ Andry Dwi Putra Sudrajat; Impol Siboro; James Evert Adolf Liku
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.891

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor (CSMS) di PT XYZ sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan pekerja dalam kegiatan yang melibatkan kontraktor. Kajian dilakukan melalui analisis dokumen, observasi proses kerja, dan analisis CSMS primer, yang mencakup penilaian risiko, kualifikasi kontraktor, pemilihan layanan, evaluasi pra-kerja, evaluasi pra-kerja, dan evaluasi pasca-kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT XYZ menerapkan mekanisme CSMS secara struktural dengan menggunakan Penilaian Risiko sebagai dasar untuk mengklasifikasikan risiko dan persyaratan keselamatan. Proses verifikasi dokumen, inspeksi lapangan, serta pemantauan rutin terbukti mendukung peningkatan kepatuhan kontraktor terhadap standar K3. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kekurangan terkait konsistensi pelaksanaan di lapangan yang perlu diperbaiki melalui peningkatan koordinasi, dokumentasi, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Penerapan Kepatuhan Bekerja Terhadap Pemakaian Full Body Harness Dengan Prosedur K3 Pada Pekerjaan Di Ketinggian Pada PT XYZ Balikpapan Sandy Setiawan; Impol Siboro; Muhamad Nur; Patunru Pongky
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.981

Abstract

Pekerjaan di ketinggian merupakan salah satu aktivitas kerja dengan tingkat risiko tertinggi industri migas, termasuk di PT XYZ Balikpapan. Salah satu bentuk pengendalian resiko yang wajib adalah pengguan Full Body Harness (FBH) sebagai dari sistem proteksi jatuh. Namun, kepatuhan pekerja terhadap prosedur K3 masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Pekerja dalam penggunaan Full Body Harness serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakpatuhan selama melaksanakan pekerjaan di ketinggian. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi dan perhitungan terkait kepatuhan para pekerja, Observasi di lakukan sebanyak 15 kegiatan dengan berbagai subkon di area PT XYZ Balikapapan selama Oktober – November 2025. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepatuhan para pekerja berada pada kategori cukup baik,dengan pencapaian kepatuhan 66% - 100%. Faktor penyebab utama ketidakpatuhan meliputi prilaku kerja yang tidak aman dan lemahnya pengawasan dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketersediaan APD belum cukup tanpa disertai peningkatan budaya keselamatan serta pengawasan yang cukup ketat serta pelatihan berkala.
Gambaran Implementasi Program Inspeksi Fire Hydrant Dalam Menunjang Kehandalan Sistem Proteksi Kebakaran Di Area PT XYZ Balikpapan Rico Aditya; Impol Siboro; Muhamad Ramdan
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1029

Abstract

Program inspeksi fire hydrant merupakan bagian penting dalam memastikan kehandalan sistem proteksi kebakaran, Khususnya di lingkungan kilang yang memiliki tingkat risiko tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program inspeksi fire hydrant di area Hydro Skimming Complex (HSC) Plant 1 PT XYZ Balikpapan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan bagian Emergency and Insurance, analisis checklist inspeksi, serta partisipasi langsung selama kegiatan Praktek Kerja Industri. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa inspeksi telah dilaksanakan sesuai standar National Fire Protection Association (NFPA) 25, mencakup pemerikasaan kondisi cat, valve, coupling, flens, pilar hydrant, handwheel, seal, mur baut, main line, pondasi, aliran air, dan kemudahan operasi. Namun ditemukan beberapa permasalahan seperti cat pilar hydrant memudar, seal getas, handwheel keras diputar, serta korosi pada baut. Permasalahan tersebut ditangani melalui pemeliharaan preventif, penggantian komponen, keterlibatan tim Emergency Facility, dan pihak Maintenance untuk kerusakan yang lebih kompleks. Secara keseluruhan pelaksanaan program inspeksi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kehandalan sistem proteksi kebakaran dan kesiapan peralatan darurat di area kilang. Pengabdian ini menegaskan pentingnya inspeksi rutin, tindak lanjut perbaikan, dan peningkataan kualitas dokumentasi untuk memastikan hydrant selalu dalam kondisi optimal.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) Serta Pengaruh Manajemen Risiko Rumah Sakit Umum Daerah Beriman Di Balikpapan Adzzani Khayla Rahendra Pramesti; Impol Siboro; Asri Depe' Buli
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1032

Abstract

Rumah sakit merupakan lingkungan kerja berisiko tinggi dengan potensi paparan bahaya yang dapat mengancam tenaga kesehatan, pasien, dan pengunjung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis penerapan K3RS serta efektivitas manajemen risiko di RSUD Beriman Balikpapan. Kegiatan ini telah dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, inspeksi lapangan, serta telaah dokumen, dengan pengolahan data mengacu pada standar AS/NZS 4360:1999. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan K3RS belum sepenuhnya memenuhi standar, ditandai dengan ditemukannya risiko biologis, kimia, fisik, dan ergonomi pada beberapa unit, termasuk Farmasi dan Laboratorium. Analisis HIRAC memperlihatkan adanya kategori risiko sedang hingga ekstrem pada berbagai aktivitas kerja. Pengendalian risiko yang disusun melalui pendekatan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi, dan penggunaan APD memberikan gambaran mitigasi yang dapat diterapkan secara sistematis. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan perlunya penguatan manajemen risiko dan konsistensi penerapan K3RS guna meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan dan mendukung mutu pelayanan rumah sakit.
Evaluasi Prosedur Keselamatan Kerja Pada Penyandaran Tongkang Di Jetty PT KPC Tanjung Bara Ramadhan Aldyansyah; Impol Siboro; Iwan Zulfikar; Kaltim Wijayanto
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1036

Abstract

Kajian ini bertujuan mengevaluasi penerapan prosedur keselamatan kerja pada aktivitas penyandaran tongkang di Jetty PT KPC Tanjung Bara. Kajian dilaksanakan untuk menilai tingkat kepatuhan terhadap standar keselamatan serta mengidentifikasi potensi bahaya yang muncul selama proses manuver, pendekatan, dan pemasangan tali tambat. Metode kajian meliputi observasi lapangan, telaah dokumen keselamatan, dan wawancara dengan personel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan sistem manajemen keselamatan berbasis standar internal dan regulasi yang berlaku, namun beberapa ketidaksesuaian masih ditemukan, khususnya terkait kondisi area kerja, efektivitas komunikasi operasional, dan konsistensi penggunaan alat pelindung diri. Selain itu, risiko seperti terpeleset, terjepit tali mooring, dan paparan kebisingan masih muncul akibat kondisi lingkungan kerja yang dinamis. Temuan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan operasional, penguatan budaya keselamatan, serta penyempurnaan fasilitas pendukung untuk memperkuat pengendalian risiko. Secara keseluruhan, prosedur keselamatan telah diterapkan tetapi masih memerlukan perbaikan agar efektivitas keselamatan kerja meningkat secara berkelanjutan.