Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja angkutan peti kemas dari PTĀ Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS) menuju kawasan industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Pelabuhan sebagai simpul utama dalam sistem logistik memiliki peran strategis dalam menjamin kelancaran distribusi barang dari dan ke wilayah hinterland. Namun, pada praktiknya, proses pengangkutan peti kemas dari terminal menuju kawasan industri masih menghadapi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi efisiensi dan ketepatan waktu pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal TPS telah memiliki fasilitas, peralatan, serta sistem operasional yang memadai dan terstruktur. Proses pengeluaran peti kemas dari lapangan penumpukan hingga gate terminal telah berjalan sesuai prosedur operasional standar. Namun, kinerja tersebut belum sepenuhnya optimal dalam mendukung ketepatan waktu distribusi ke kawasan industri. Hambatan utama berasal dari faktor eksternal berupa kepadatan lalu lintas, keterbatasan kapasitas infrastruktur jalan, serta tingginya volume kendaraan di sekitar area pelabuhan dan kawasan industri. Kondisi ini menyebabkan terjadinya antrean kendaraan dan ketidakstabilan waktu tempuh pengiriman. Dengan demikian, peningkatan kinerja angkutan peti kemas memerlukan penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan serta integrasi yang lebih baik antara pengelolaan terminal dan sistem transportasi darat guna mendukung kelancaran rantai pasok industri.
Copyrights © 2026