Animasi umumnya dikenal sebagai animasi 2D dan 3D. Animasi 2D memiliki gaya visualisasi datar dari satu arah saja dengan gaya pewarnaan yang lebih simpel tetapi menghabiskan banyak waktu produksi. Animasi 3D memiliki kelebihan pada kedalaman gambar, penempatan arah kamera dan aset yang dapat digunakan kembali tetapi membutuhkan perangkat keras dengan spesifikasi tinggi. Oleh karena itu diperlukan alternatif pembuatan animasi namun mempertahankan gaya visual 2D dan dipadukan dengan elemen tiga dimensi yaitu teknik 2.5D. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif pada kedua sampel animasi 2.5D dengan 2D untuk mengetahui kesamaan kualitas visual menggunakan perangkat lunak FFmpeg yang menerapkan metrik SSIM untuk menilai kesamaan visual dan metrik PSNR untuk menghitung hasil noise dihasilkan pada empat format yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan teknik animasi 2.5D dapat menghasilkan kualitas visual yang mendekati animasi 2D dengan rata-rata nilai SSIM mendekati 1.0 pada 0.927167 dan PSNR dalam batas rata-rata tanpa merusak visual asli dari animasi dan masih dapat dinikmati sebagai animasi. Dengan demikian Teknik 2.5D dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu dalam produksi animasi tanpa mengubah gaya visual asli dari animasi 2D.
Copyrights © 2026