Masalah terapi pengobatan sering terjadi di kalangan pasien dan dapat menghambat pencapaian tujuan pengobatan yang diinginkan. Salah satu masalah tersebut adalah ketidakpatuhan pasien diabetes melitus dalam mengonsumsi obat antidiabetes dan mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai target terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan data prospektif. Populasi penelitian adalah 130 pasien lansia penderita diabetes melitus, dengan ukuran sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan pada lansia penderita diabetes melitus (DM) dikategorikan tinggi dengan 55 responden (44,6%), sedang dengan 50 responden (32,5%), dan rendah dengan 22 responden (16,9%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Guguk Panjang, Kota Bukittinggi pada tahun 2025 berada pada kategori tinggi.
Copyrights © 2026