Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TENTANG VAKSINANSI COVID-19 DI KELURAHAN LABUAH BASILANG KOTA PAYAKUMBUH TAHUN 2022 Sri Hayulita; Nentien Destri; Mairinal Avis; Alvin Alberta Ms
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Upaya pencegahan penyakit salah satunya melalui vaksinasi Covid-19. Di kota payakumbuh hingga Februari 2022, Kelurahan Labuah Basilang merupakan Kelurahan dengan tingkat vaksinasi terendah se-Kota Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap keluarga tentang vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Labuah Basilang Kota payakumbuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dengan pendekatan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 87 keluarga yang berada di Kelurahan Labuah basilang. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan baik sebanyak 10,3% keluarga, cukup sebanyak 51,7% keluarga , kurang sebanyak 37,9% Keluarga. Sedangkan sikap keluarga di Kelurahan Labuah Basilang 54% keluarga memberikan sikap positif dan 46% sikap negative. Kesimpulan sebagian besar pengetahuan keluarga di Kelurahan Labuah Basilang berada di kategori cukup, sedangkan sebagian besar sikap keluarga di Kelurahan Labuah Basilang memberikan sikap positif.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Lansia dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Guguak Panjang Kota Bukittinggi Tahun 2026 Muhammad Fahrel; Sri Hayulita; Dewi Kurniawati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah terapi pengobatan sering terjadi di kalangan pasien dan dapat menghambat pencapaian tujuan pengobatan yang diinginkan. Salah satu masalah tersebut adalah ketidakpatuhan pasien diabetes melitus dalam mengonsumsi obat antidiabetes dan mengelolanya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai target terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan data prospektif. Populasi penelitian adalah 130 pasien lansia penderita diabetes melitus, dengan ukuran sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan pada lansia penderita diabetes melitus (DM) dikategorikan tinggi dengan 55 responden (44,6%), sedang dengan 50 responden (32,5%), dan rendah dengan 22 responden (16,9%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Guguk Panjang, Kota Bukittinggi pada tahun 2025 berada pada kategori tinggi.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus dengan Penerapan Diabetic Foot Exercise untuk Meningkatkan Perfusi Perifer Tidak Efektif pada Ekstermitas Bawah di Ruang Rawat Inap Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi Hanifah Putri Lestari; Sri Hayulita; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi ancaman kesehatan global. Pada penderita diabetes melitus, gangguan perfusi perifer sering terjadi terutama pada bagian ekstremitas bawah. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti ulkus diabetik hingga tindakan amputasi. Deteksi dini terhadap gangguan perfusi perifer dapat dilakukan melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), yaitu sebuah metode skrining noninvasif dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki dan lengan. Tujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Diabetic Foot Exercise untuk meningkatkan perfusi perifer tidak efektif di Ruangan Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan kepada Ny. N dan Tn. R dengan komprehensif mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi keperawatan. Hasil evaluasi setelah penerapan senam kaki diabetes selama 3 hari berturut-turut menunjukkan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada kedua pasien. Kesimpulan penerapan senam kaki diabetes terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi perifer dan sangat layak dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer berbasis Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam pengelolaan pasien diabetes melitus.
Asuhan Keperawatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) dengan  Pemberian Terapi Active Cycle Breathing Technique (ACBT) di Ruangan Interne RSI Ibnu Sina Bukittinggi Tahun 2026 Nur Indah Triyuni; Sri Hayulita; Dian Anggraini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronis progresif yang ditandai dengan hambatan aliran udara akibat retensi sputum. Penumpukan sekret menyebabkan masalah utama bersihan jalan napas tidak efektif, yang jika tidak ditangani dapat memperburuk ventilasi paru serta mengganggu pola tidur pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis mandiri yang efektif untuk membersihkan jalan napas adalah terapi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), yang terdiri dari tiga tahapan: breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique (huffing). Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk memaparkan hasil asuhan keperawatan komprehensif dengan penerapan terapi ACBT pada dua pasien kelolaan PPOK di Ruangan Interne RSI Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2026. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kasus klinis yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2026. Pengkajian pada pasien I (Tn. J, 69 tahun) dan pasien II (Ny. Y, 77 tahun) menunjukkan keluhan utama yang serupa berupa sesak napas, batuk produktif dengan sputum kental yang sulit dikeluarkan, suara serak, ronki, takipnea (24-25 x/menit), saturasi oksigen rendah (93%), serta gangguan pola tidur akibat batuk malam hari. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan memberikan terapi ACBT selama 15–20 menit sehari sebelum pemberian nebulizer atau obat oral, dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan pengaturan posisi fowler.Hasil evaluasi asuhan keperawatan setelah 3 hari menunjukkan perbaikan signifikan pada kedua pasien kelolaan. Kemampuan batuk efektif meningkat, jumlah sputum berkurang, ronki minimal, frekuensi napas membaik menjadi 19 x/menit, dan saturasi oksigen meningkat hingga 99% tanpa bantuan oksigen nasal kanul. Gangguan pola tidur teratasi setelah dikombinasikan dengan terapi relaksasi otot autogenik dan modifikasi lingkungan, serta masalah defisit pengetahuan teratasi sepenuhnya. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan terapi ACBT sangat efektif dalam membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret, mengurangi sesak napas, memperbaiki fungsi ventilasi paru, dan meningkatkan kualitas istirahat pasien PPOK. Disarankan bagi tenaga keperawatan di RSI Ibnu Sina Bukittinggi untuk menerapkan ACBT sebagai intervensi nonfarmakologis standar dalam asuhan keperawatan pasien PPOK dengan masalah retensi sekret.