Proses perencanaan pengabdian ini menempatkan kelompok tani dan masyarakat lokal sebagai subyek utama kegiatan. Strategi yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot). Metode ini dipilih karena menekankan pada kolaborasi aktif dan emansipatoris, di mana masyarakat dampingan tidak diposisikan sebagai objek pasif, melainkan sebagai mitra pengabdian. Dalam tahap pengorganisasian, warga terlibat penuh sejak awal proses melalui forum Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi limbah peternakan lokal (urin sapi) dan tantangan produktivitas pertanian secara mandiri. Melalui refleksi kritis bersama ini, tim pengabdi dan masyarakat dapat mengidentifikasi mahalnya biaya pupuk kimia, merumuskan metode pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang efektif, hingga menyepakati pembagian peran dalam pemanfaatan serta pengaplikasian pupuk secara berkelanjutan. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa program peningkatan kualitas hasil pertanian ini benar-benar berbasis pada realitas dan kebutuhan objektif masyarakat
Copyrights © 2025