Latar Belakang: Komunikasi timbang terima yang tidak terstruktur dapat menyebabkan kehilangan informasi klinis dan berisiko menurunkan keselamatan pasien. Mini SBAR dikembangkan sebagai format komunikasi ringkas yang tetap mempertahankan komponen Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh optimalisasi Mini SBAR terhadap kepatuhan komunikasi timbang terima serta persepsi dan kepatuhan perawat terhadap indikator keselamatan pasien di ruang rawat inap. Metode: enelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 80 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa lembar observasi kepatuhan Mini SBAR dan kuesioner indikator keselamatan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Intervensi dilakukan melalui pelatihan dan implementasi Mini SBAR selama empat minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan effect size. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan kepatuhan total Mini SBAR dari 37,3% menjadi 81,3%. Persepsi pencegahan risiko KTD meningkat dari 55,0% menjadi 70,0%, ketepatan waktu tindakan dari 60,0% menjadi 78,8%, dan efektivitas komunikasi dari 42,5% menjadi 83,8% dengan p < 0,001. Kesimpulan: Mini SBAR berpotensi meningkatkan kepatuhan komunikasi timbang terima dan mendukung indikator keselamatan pasien.
Copyrights © 2026