Komunikasi Interpersonal memiliki memiliki peran krusial dalam menunjang efektifitas Pendidikan non formal, utamanya dalam konteks relasi antara relawan mahasiswa dan siswa dari latar belakang sosial. Metode yang digunakan yakni pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan relawan mahasiswa dan siswa SBSM. Analisis data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode dengan menggunakan konsep komunikasi interpersonal dan prinsip etika komunikasi Islam sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan bersifat interaktif, adaptif, dan humanis melalui komunikasi dua arah, penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal, serta pendekatan personal. Nilai-nilai etika komunikasi Islam seperti qaulan layyinan (Perkataan yang lemah lembut), qaulan baligha (Perkataan yang efektif), qaulan kariman (Perkataan yang mulia), dan qaulan ma’rufa (Perkataan yang baik) telah diterapkan dan berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan terbuka. Namun, komunikasi yang terbangun belum sepenuhnya setara karena relawan masih dominan dalam mengarahkan interaksi. Selain itu, hambatan komunikasi meliputi perbedaan bahasa, kondisi psikologis siswa, keberagaman karakter, serta situasi kelas yang kurang kondusif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan model komunikasi interpersonal berbasis etika komunikasi Islam yang kontekstual untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dalam pendidikan nonformal lintas budaya. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal; Etika Komunikasi Islam; Pendidikan Non Formal, Relawan Mahasiswa
Copyrights © 2026