Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan nonformal dalam pemberdayaan masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku Utara. Pendidikan nonformal menjadi alternatif strategis bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di beberapa kabupaten, yaitu Kota Ternate, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tutor, peserta didik, serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi dasar, keterampilan hidup, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program keaksaraan, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, pertanian organik, serta pengolahan hasil laut. Selain berdampak pada peningkatan kesejahteraan, pendidikan nonformal juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 8, SDG 12, dan SDG 13. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi berupa keterbatasan sarana, rendahnya insentif tutor, dan kesenjangan digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi lintas sektor dan dukungan kebijakan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan nonformal.
Copyrights © 2026