Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing ekspor furnitur rotan Indonesia serta merumuskan strategi penguatannya di pasar Amerika Serikat. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif digunakan melalui pemanfaatan data time series periode 2015–2024. Metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dipakai untuk menilai keunggulan komparatif, sedangkan Export Product Dynamics (EPD) digunakan untuk mengidentifikasi posisi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ekspor furnitur rotan Indonesia cenderung fluktuatif dan mengalami penurunan pada akhir periode pengamatan. Nilai RCA berada di bawah satu, yang mengindikasikan bahwa produk ini belum memiliki keunggulan komparatif yang kuat dan stabil di pasar internasional. Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama dengan kontribusi terbesar terhadap ekspor, namun pangsa pasar Indonesia mengalami penurunan setelah tahun 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun peluang pasar masih terbuka, daya saing Indonesia menghadapi tekanan dari persaingan global dan perubahan permintaan. Ketersediaan bahan baku domestik relatif mendukung keberlangsungan industri, tetapi belum sepenuhnya mampu meningkatkan performa ekspor. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas dan inovasi produk, diversifikasi pasar ekspor, serta optimalisasi efisiensi produksi dan pemanfaatan bahan baku lokal untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026