Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan pemerintah yang bersumber dari utang daerah dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kemandirian fiskal pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi bahwa sebagian besar daerah di Indonesia, termasuk NTB, masih menghadapi tingkat ketergantungan fiskal yang tinggi terhadap transfer pusat serta memiliki kapasitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder keuangan daerah, di mana kemandirian diproksikan melalui rasio kemandirian daerah, menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi data panel model Random Effect dengan Robust Standard Error menunjukkan bahwa: (1) Utang Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah, (2) Dana Bagi Hasil (DBH) tidak berpengaruh terhadap Kemandirian Keuangan Daerah, dan (3) Utang Daerah dan DBH secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerintah daerah untuk mengalokasikan pembiayaan utang pada sektor produktif guna memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi ketergantungan fiskal.
Copyrights © 2026