Penelitian bertujuan untuk menganalisis kondisi keluarga broken home dan kaitannya dengan perkembangan sosial- emosional serta motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 024869. Pendekatan yang diadopsi adalah mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang menggabungkan pengumpulan dan analisis data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 26 siswa, dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap partisipan terpilih. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan inferensi. Integrasi kedua jenis data dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Temuan empiris mengindikasikan bahwa individu yang berasal dari keluarga broken home cenderung menghadapi tantangan dalam membina interaksi sosial yang konstruktif, memperlihatkan ketidakstabilan emosional, serta mengalami degradasi motivasi belajar yang substansial apabila dibandingkan dengan siswa dari keluarga harmonis. Studi ini merekomendasikan penguatan peran guru sebagai pendamping psikososial dan penyediaan layanan konseling rutin di sekolah untuk membantu siswa dari keluarga broken home mengembangkan resiliensi dan mempertahankan motivasi belajarnya.
Copyrights © 2026