Fenomena jadwal kerja “gelap ketemu gelap”, yaitu pola kerja yang dimulai sebelum matahari terbit dan berakhir setelah matahari terbenam, berpotensi mengganggu ritme sirkadian serta meningkatkan risiko kesalahan manusia pada awak pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan dampak fatigue risk dalam perspektif Psikologi Industri dan Organisasi, khususnya terkait desain jadwal kerja, beban kognitif, ritme sirkadian, dan pengelolaan risiko kelelahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, regulasi keselamatan penerbangan, dan dokumen mengenai Fatigue Risk Management System (FRMS). Hasil kajian menunjukkan bahwa kelelahan awak pesawat merupakan konsekuensi interaksi antara faktor individual dan sistemik, seperti durasi kerja, waktu pemulihan yang terbatas, desinkronisasi sirkadian, serta tuntutan kognitif yang tinggi. Kondisi tersebut menurunkan kewaspadaan, kapasitas pemrosesan informasi, dan kualitas pengambilan keputusan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kelelahan harus ditempatkan sebagai tanggung jawab organisasi melalui penerapan FRMS yang berbasis identifikasi risiko, penjadwalan adaptif, strategi pemulihan, dan evaluasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026