Falsafah Jawa “ Rawe-Rawe rantas, malang-malang putung” mempunyai makna semangat perjuangan fisik yang konfrontattif, sedangkan dalam konteks penghayat kepercayaan Sapto Darmo diartikan sebagai strategi dakwah kultural dan komunikasi spiritual internal yang mempunyai tujuan untuk menjaga ketahanan mental dan keharmonisan sosial pengikut Sapto Darmo. Fokus penelitian ini yaitu peneliti akan menganalisis pemaknaan ulang (re-semantisasi) , penerapan dan strategi dakwah yang berorientasi pada lokalitas yang diterapkan pada aliran Sapto Darmo dalam transmisi ajaranya. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi komunkasi. Pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode obsevasi, wawancara dan dokumntasi. Observasi dilakukan dengan partisipatif pada ritual sujud, wawancara dilakukan secara mendalam dengan tokoh dan pengikut aliran kepercayaan Sapto Darmo, sedangakan dokumentasi yaitu pengumpulan naskah ajaran sepeti buku-buku yang dimiliki oleh Sapto Darmo. Hasil Penelitian ini menunjuukan bahwa Enkulturasi nilai melalui dialketika mikrokosmos ( Jagat Alit) dan makrokosmos ( Jagat Ageng) ditransformasikan ke dalam tiga stratgei dakwah utama yaitu: Dakwah Bil hal,Persuasi Kultural, Penguatan Batiniah yang berfungsi sebagai mekanisme adaptasi spiritual yang efektif dalam menjaga identitas komunitas dan peredam potensi konflik sosial di tengan pluralitas masyarakat
Copyrights © 2026