Perkembangan sosial-emosional anak usia dini perlu distimulasi melalui kegiatan bermain yang melibatkan interaksi dan kerja sama. Berdasarkan observasi awal di TK Dharma Wanita Sedarat, sebagian anak masih menunjukkan kesulitan bekerja sama, berbagi, menunggu giliran, serta mengelola emosi ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi permainan puzzle kolaboratif, dinamika interaksi sosial, regulasi emosi anak, serta model hubungan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 19 anak Kelompok A dan seorang guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan puzzle kolaboratif mampu mengembangkan komunikasi, kerja sama, berbagi, empati, dan tanggung jawab anak. Selain itu, anak menunjukkan kemampuan mengelola frustrasi, menunggu giliran, mencoba kembali setelah gagal, dan menerima bantuan dari teman. Penelitian ini menghasilkan model dinamika sosial-emosional yang berlangsung melalui tahapan komunikasi, kerja sama, konflik dan frustrasi, regulasi emosi, empati, hingga kolaborasi efektif.
Copyrights © 2026