Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam membentuk regulasi emosi anak usia dini melalui kegiatan rutin harian serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, motivator, dan teladan dalam membantu anak mengenali, mengendalikan, serta mengekspresikan emosi secara positif. Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan rutin harian, seperti mengaji, salat duha, baris pagi, praktik wudu, olahraga, bermain kelompok, dan pembelajaran tematik yang dilaksanakan secara konsisten. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan, keteladanan, komunikasi yang positif, penguatan, dan pendampingan emosional. Kegiatan rutin harian berkontribusi terhadap berkembangnya disiplin, kesabaran, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta pengendalian perilaku anak. Keberhasilan pelaksanaan didukung oleh kerja sama sekolah dan orang tua, lingkungan yang kondusif, serta program pembiasaan yang terstruktur, sedangkan perbedaan karakter anak dan keterbatasan dukungan keluarga menjadi faktor penghambat. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan rutin harian berperan penting dalam mendukung pembentukan regulasi emosi anak usia dini.
Copyrights © 2026