Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis terhadap perbedaan hasil perhitungan prediksi kebangrutan dengan menggunakan tiga model financial distress, yaitu Altman Z-Score, Springate, dan Zmijewski. Objek penelitian ialah perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2024. Sebanyak 40 perusahaan yang dipilih menggunakan tekhnik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam laporan keuangan. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung masing-masing model menggunakan Microsoft Excel, sedangkan pengujian statistik dilakukan melalui uji Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukan perbedaan tingkat signifikan antara ketiga model dalam prediksi kesulitan keuangan. Model zmijewski bahwa memiliki tingkat akurasi tertinggi 87,5%, kemudian oleh Altman tingkat akurasi sebesar 80%, dan terendah model Springate sebesar 5%.
Copyrights © 2026