Pertumbuhan pesat ekonomi digital dan tingginya penetrasi internet di Indonesia mendorong perubahan perilaku transaksi masyarakat menuju cashless society, yang turut memicu inovasi di sektor financial technology (fintech). Salah satu inovasi dengan tren pertumbuhan pesat adalah layanan pembagian tagihan (split bill). Namun, layanan tersebut masih menghadapi permasalahan berupa tingginya barrier to entry akibat keterikatan dengan aplikasi tertentu, sehingga banyak pengguna terpaksa membagi tagihan secara manual. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna layanan split bill berbasis website yang lebih inklusif dan efisien dengan pendekatan Lean UX. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan Declare Assumptions, Create an MVP, Run an experiment, serta Feedback and Research. Evaluasi dilakukan melalui usability testing terhadap 21 pengguna dalam tiga iterasi menggunakan platform Maze dan metode Retrospective think aloud (RTA). Hasil penelitian berupa rancangan UI/UX website split bill dengan desain sederhana dan minimalis, yang memudahkan pengguna membagi satu maupun banyak tagihan secara efektif dan inklusif. Pendekatan Lean UX terbukti mendukung proses iterasi desain yang cepat, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna dalam melakukan pembagian tagihan.
Copyrights © 2026