Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika komunikasi digital dalam membentuk agensi refleksif siswa dalam menyikapi hoaks di media sosial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya paparan disinformasi di kalangan Generasi Z yang cenderung mendorong praktik komunikasi yang instan dan kurang kritis. Studi ini mengkaji bagaimana intervensi edukatif mampu mengarahkan siswa menuju kesadaran reflektif dalam praktik komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 30 siswa SMKN 1 Tangerang Selatan. Intervensi dilakukan melalui metode demonstrasi yang terdiri atas pemberian ceramah sebagai penguatan konsep, diikuti dengan praktik terarah oleh siswa. Kegiatan pembelajaran meliputi pemaparan konsep etika komunikasi digital, demonstrasi identifikasi hoaks, serta latihan pengambilan keputusan etis dalam penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi hoaks serta kecenderungan untuk melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Dalam perspektif Sosiologi Komunikasi, temuan ini menunjukkan munculnya agensi refleksif siswa dalam merespons struktur media sosial yang sebelumnya mendorong praktik komunikasi instan dan non-kritis. Dari perspektif Etika Filsafat Komunikasi, temuan ini juga mengindikasikan terjadinya internalisasi nilai tanggung jawab moral dalam penggunaan media digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara intervensi pedagogis berbasis metode demonstrasi, Teori Strukturasi, dan etika komunikasi dalam menjelaskan transformasi agensi refleksif siswa secara empiris, yang masih relatif terbatas dalam kajian literasi digital pada konteks pendidikan menengah.
Copyrights © 2026