Perancangan Greenhouse Building di Kabupaten Boyolali ini diusung sebagai respon arsitektural atas krisis iklim dan eskalasi serangan hama yang mengancam produktivitas pertanian organik lokal. Mengintegrasikan pendekatan arsitektur berkelanjutan, penelitian ini bertujuan merumuskan fasilitas budidaya terproteksi yang efisien secara energi dan ramah lingkungan. Metode perancangan mencakup analisis tapak komparatif, evaluasi kebutuhan iklim mikro, serta sintesis konsep teknologi tepat guna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan greenhouse berteknologi menengah (medium technology) yang dipadukan dengan pemanenan air hujan, sistem irigasi tetes, serta material berjejak karbon rendah mampu menjaga kestabilan mikro tanaman sekaligus menekan risiko gagal panen. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur berkelanjutan efektif menjawab tantangan eksternal pertanian organik di kawasan agroindustri Boyolali.
Copyrights © 2026