cover
Contact Name
Hendri Noviyanto
Contact Email
jurnalgrid.unsa@gmail.com
Phone
+6285702422125
Journal Mail Official
jurnalgrid.unsa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Palur KM. 5, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Arsitektur GRID
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26850400     DOI : http://dx.doi.org/10.52429/grid.v7i1.1548
Core Subject : Engineering,
Aims (Tujuan) GRID: Journal of Architecture and Built Environment bertujuan untuk menjadi media publikasi ilmiah yang memfasilitasi komunikasi akademik, penyebaran pengetahuan, serta pertukaran gagasan di bidang Arsitektur dan Lingkungan Binaan. Jurnal ini menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmiah yang berkualitas dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Scope (Ruang Lingkup) Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia yang mencakup isu-isu umum maupun khusus dalam bidang Arsitektur dan Lingkungan Binaan, meliputi namun tidak terbatas pada: Arsitektur Rumah Tinggal dan Permukiman Perancangan rumah tinggal Perumahan dan kawasan hunian Kualitas lingkungan permukiman Arsitektur Permukiman Urban Perancangan kawasan perkotaan Urban design Perencanaan dan pengembangan kota Revitalisasi kawasan urban Teori, Sejarah, dan Desain Arsitektur Kajian teori arsitektur Sejarah perkembangan arsitektur Konsep dan pendekatan desain arsitektur Kritik dan pemikiran arsitektur Ilmu dan Teknologi Arsitektur Material dan konstruksi bangunan Teknologi bangunan Arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) Efisiensi energi dan bangunan hijau Kenyamanan termal dan pencahayaan alami
Articles 29 Documents
Studi Simulasi Kinerja Termal Bangunan Indekos Melalui Perangkat Building Performance Analysis Natasia Anggi Laxmita; Basuki; Alifia Rizky Rahma Kautsar
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i1.1

Abstract

Perencanaan bangunan diperlukan agar dapat memberikan luaran desain yang baik untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan penghuninya. Indonesia dengan iklim khas tropis memberikan pengaruh pada produk arsitektur yang harus menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Salah satu faktor penting dalam perencanaan bangunan adalah pencahayaan. Terdapat tiga kriteria utama untuk memenuhi sistem pencahayaan yang baik, yaitu kualitas, kuantitas, dan aturan pencahayaan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas aplikasi konsep arsitektur yang menyesuaikan dengan konteks bangunan di iklim tropis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kuantitatif melalui pengolahan data numerik besaran cahaya menggunakan software berbasis online yang diprogram oleh Dr. Andrew Marsh. Metode penelitian melibatkan langkah observasi orientasi bangunan dan arah edar matahari. Objek yang dibahas dalam penelitian ini adalah bangunan indekos dengan software simulasi building performance analysis. Software ini bekerja dengan pemrograman cahaya dan menghasilkan analisis arah cahaya matahari, skema pembayangan eksterior dan interior bangunan, serta besaran intensitas cahaya yang diterima oleh suatu ruang.
Redesain Pasar Tradisional Jongke Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Universal Design Agung Bayu Prakoso; Diana Kesumasari; Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan studi di pasar Jongke, ditemukan bahwa pasar tersebut belum memenuhi standar Universal Design sesuai peraturan Menteri PUPR No. 14 tahun 2017. Perancangan ini bertujuan untuk meredesain pasar Jongke agar inklusif bagi semua golongan dengan pendekatan arsitektur Universal Design. Metode yang digunakan adalah deskriptif yaitu mengamati dan mendeskripsikan fenomena di lokasi penelitian secara kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder melalui studi literasi jurnal dan buku. Prosedur perancangan dimulai dari tahapan analisis perancangan, tahapan konsep perancangan, tahapan transformasi bentuk, dan tahapan desain. Hasil dari perancangan ini mencakup (1) kesetaraan penggunaan ruang, (2) keselamatan dan keamanan bagi semua, (3) kemudahan akses tanpa hambatan, (4) kemudahan akses informasi, (5) kemandirian penggunaan ruang, (6) efisiensi upaya pengguna, dan (7) kesesuaian ukuran dan ruang. Yang tercermin pada desain seperti fasilitas ramp, travelator, guiding block, papan penunjuk braille, toilet disabilitas, dan sirkulasi pada lorong pasar.
Lakey Resort And Beach Club Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Di Kabupaten Dompu-NTB Hardy Permadi; Lidi Wilaha; Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Dompu merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, yang terletak di bagian tengah Pulau Sumbawa dengan Ibukotanya adalah Dompu. Lakey-Hu’u mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk pengembangan industri pariwisata, khususnya daya tarik wisatawan mancanegara. Destinasi pantai Lakey-Hu’u ini dikenal sebagai salah satu tempat surfing (berselancar) terbaik di Indonesia bahkan dunia, karena memiliki 6 (enam) jenis gelombang yang berbeda-beda yaitu; Lakey Peak, Lakey Pipe, Periscope, Cuplestone, Nangas Doros, dan Nangas. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang Resort and Beach Club di Lakey-Hu’u Kabupaten Dompu-NTB dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular sebagai fasilitas pendukung wisata rekreasi dan hiburan agar menarik bagi pengunjung dan dapat mengangkat citra Kabupaten Dompu-NTB. Prosedur perancangan melalui tahapan analisis perancangan, konsep perancangan, transformasi desain, desain. Oleh karena itu dipilihlah Lakey-Hu’u sebagai tempat pembangunan fasilitas penginapan dan fasilitas pendukung dengan desain bangunan yang unik. Selain itu unsur Arsitektur Neo-Vernakular diterapkan demi menjaga kebudayaan tradisional masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Kabupaten Dompu.
Perancangan Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana Dengan Penekanan Universal Design di Surakarta Razzaq Ananda; Dwi Ely Wardhani; Diana Kesumasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan budaya di Surakarta, terdapat kebutuhan akan fasilitas yang mendukung pelestarian budaya melalui gedung pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana dengan pendekatan Universal Design yang mengedepankan aksesibilitas untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan analisis. Hasil desain menekankan aksesibilitas pada fasilitas publik dan pertunjukan. Kesimpulan menunjukkan penerapan Universal Design dapat memperluas partisipasi budaya secara inklusif.
Redesain Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Kabupaten Klaten Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Slamet; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu yang berada di Kabupaten Klaten. Sebagaimana tujuan didirikannya lembaga pendidikan terpadu adalah untuk membekali peserta didik dengan ilmu agama (Islam) dan juga ilmu pengetahuan umum. Maka, untuk mendukung terwujudnya tujuan yang diharapkan tersebut, diperlukanlah upaya redesain bangunan SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas. Dalam perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data yang berasal dari dua jenis, yaitu primer (hasil studi lapangan dan wawancara) dan sekunder, dari berbagai literatur penunjang. Dengan redesain ini dihasilkan desain SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dengan konsep arsitektur modern, yang mengutamakan fungsi, berbentuk sederhana, minim dengan ornamen, dengan prinsip fungsional dan efisien.   
REDESAIN STADION KEBOGIRO SEBAGAI LANDMARK KOTA BOYOLALI : REDESAIN STADION KEBOGIRO SEBAGAI LANDMARK KOTA BOYOLALI Supar Riyanto; Dwi Ely Wardani; Dody Irnawan
JOURNAL OF ARCHITECHTURE AND BUILT ENVIRONMENT Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Kebogiro didirikan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan menjadi home base tim Persebi Boyolali. Stadion Kebogiro merupakan redesain dari stadion yang sudah ada sebelumnya dan terletak di lokasi yang sama, yaitu di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Stadion ini merupakan wadah bagi masyarakat Kota Boyolali untuk beraktivitas olahraga khususnya dibidang sepak bola. Mendesain ulang stadion Kebogiro selain untuk meningkatkan kualitas penyediaan sarana dan prasarana olahraga di Kota Boyolali, harapan ke depannya dapat terselenggara event yang berskala regional, nasional maupun internasional di Kota Boyolali, maka salah satu strategi dalam redesain stadion Kebogiro adalah kapasitas yang ditingkatkan menjadi 25.000 penonton. Dengan penekanan pada konsep perancangan Arsitektur Landmark dari suatu Kota yang merupakan bagian dari teori Image of The City oleh Kevin Lynch, diharapkan bisa menghasilkan desain bangunan yang akan menjadi identitas Kota Boyolali.
PERANCANGAN BEACH RESORT DI PANTAI KETAWANG PURWOREJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS : PERANCANGAN BEACH RESORT DI PANTAI KETAWANG PURWOREJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Handyka Asih Nugroho; Diana Kesumasari; Lidi Wilaha
JOURNAL OF ARCHITECHTURE AND BUILT ENVIRONMENT Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Patutrejo mempunyai peluang yang cukup prospektif untuk pengembangan industri pariwisata. Desa Patutrejo merupakan bagian wilayah kabupaten Purworejo. Keindahan pantai Ketawang dapat menjadi daya tarik wisatawan yang datang. Tujuan perancangan ini adalah untuk merancang Beach resort di Pantai Ketawang dengan pendekatan Arsitektur Ekologi sebagai fasilitas pendukung wisata pantai agar menarik bagi pengunjung dan dapat mengangkat citra Pantai Ketawang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatih dengan data primer melalui metode observasi dan dokumentasi, dan data sekunder melalui metode pustaka. Prosedur perancangan melalui tahapan analisis perancangan, kosep perancangan, transformasi deasin, desain. Oleh karenanya dipilahlah pantai ketawang sebagai tempat pembangunan fasilitas penginapan dengan desain bagunan yang unik seperti segitiga dan banyak bukan. Selain itu unsur ekologis diterapkan dengan menjaga kelestarian alam yang ada.
APLIKASI ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DALAM PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN BUMI SENENTANG DI SINTANG KALIMANTAN BARAT : APLIKASI ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DALAM PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN BUMI SENENTANG DI SINTANG KALIMANTAN BARAT Jerry Seftianta Nandung; Endang Setyowati
JOURNAL OF ARCHITECHTURE AND BUILT ENVIRONMENT Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas budaya dan hiburan khususnya pusat kebudayaan adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat. Fungsi fasilitas budaya dan hiburan diberikan kepada masyarakat untuk melestarikan dan mempelajari sejarah maupun ilmu-ilmu yang ada di Indonesia khususnya pada suatu daerah tertentu. Selain untuk melestarikan dan mempelajari budaya lokal, fasilitas tersebut diberikan untuk salah satu cara untuk menghibur masyarakat melalu dari seni – seni yang dimiliki oleh suatu daerah. Sintang memiliki wisata budaya yang cukup kuat seperti alat musik & tari Suku Dayak dan Melayu. Namun masalah potensi wisata yang berlimpah tersebut tidak semuanya dikenal bahkan dilatih, dikembangkan, dan dipromosikan. Oleh sebab itu, diperlukan wadah untuk melakukan kegiatan pelatihan, pengembangan, & promosi dalam bentuk bangunan pusat Kebudayaan. Untuk memperkuat identitas daerah kedalam pusat kebudayaan diterapan pendekatan arsitektur neo-vernakular yang menjadi pilihan. Arsitektur neo–vernakular adalah salah satu konsep dari aliran post modern yang merupakan gabungan dari dua konsep yang berbeda yaitu modern dan vernakular. Penerapan pendekatan neo-vernakular berdasarkan prinsip-prinsipnya yang kemudian diaplikasikan pada pengolahan tapak, peruangan, material, warna dan struktur bangunan.
EDUPARK DAIRY COWS DI BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN : EDUPARK DAIRY COWS DI BOYOLALI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Wawan Sulistianto; Dody Irnawan; Binti Karomah
JOURNAL OF ARCHITECHTURE AND BUILT ENVIRONMENT Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boyolali merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai kota susu karena memiliki potensi wisata dan penghasil susu sapi perah yang produktif. Sebagian besar wilayah Boyolali adalah dataran tinggi dengan udara yang sejuk sehingga sangat cocok sekali dijadikan sebagai tempat untuk berternak sapi perah. Potensi penghasil susu sapi perah ada 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampel, Boyolali, Cepogo, Mojosongo, Musuk, Selo, Simo dan Teras. Salah satu daerah yang menghasilkan susu sapi segar di Kabupaten Boyolali adalah Kcamatan Cepogo yang sebagian besar penduduk daerahnya adalah bermata pencaharian sebagai petani dan peternak sapi. Dari data KUD kecamatan Cepogo pada tahun 2020 penjualan susu sapi tanpa diolah adalah 3.874.864 liter. Dengan kondisi seperti itu Pemerintah Kabupaten Boyolali akan melakukan pembangunan wisata edukasi susu perah yang dapat digunakan untuk semua kalangan, terutama pada kalangan anak-anak untuk bisa berekreasi dan belajar tentang peternakan sapi sampai bisa di konsumsi. Dengan desain yang mengurangi dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah industri maka dibutuhkan sebuah desain yang berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem yang ada, yaitu dengan menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan dalam perancangannya
PENERAPAN ECO FRIENDLY PADA RANCANGAN TEMPAT ISTIRAHAT DI KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT: PENERAPAN ECO FRIENDLY PADA RANCANGAN TEMPAT ISTIRAHAT DI KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Angga Renalda; Endy Marlina
JOURNAL OF ARCHITECHTURE AND BUILT ENVIRONMENT Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tayan-Sosok merupakan jalur lintas antar daerah Kalimantan Barat, negara dan provinsi yang menghubungkan Pontianak dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan begitu kepadatan lalu lintas di jalur tersebut cukup tinggi dibeberapa hari besar, sehingga menyebabkan kemacetan dan peningkatan angka kecelakaan di ruas jalan Tayan-Sosok, Adapun jumlah kecelakaan yang terjadi di Kecamatan Tayan-Hilir Khususnya Jalur Trans Kalimantan dan Tayan-Sosok sepanjang tahun dengan ratusan kasus dengan faktor penyebab kecelakaan yang terbesar yaitu human error, maka dari itu pembangunan tempat istirahat yang berlokasi di area jalan tayan sosok, sebagai tempat istirahat pengguna jalan. Eco Friendly dipilih sebagai solusi permasalahan yang merespon kondisi lingkungan di Kalimantan Barat dimana banjir,deforestasi,dan suhu yang cukup tinggi dimana Kalimantan Barat dilalui oleh garis khatulistiwa. Dengan pendekatan Eco Friendly arsitek dapat merancang bangunan dan lingkungan secara sustainable. Metode perancangan meliputi menentukan tujuan perancangan, pengumpulan data, analisa data, konsep rancangan, dan hasil desain.

Page 1 of 3 | Total Record : 29