Tradisi lisan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Papua yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial menyebabkan keberadaan serta proses pewarisan budaya lisan semakin terpinggirkan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah wadah yang dapat mendukung kegiatan pelestarian, pengembangan, dan pengenalan budaya lisan kepada masyarakat. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan Pusat Kebudayaan Lisan di Jayapura yang mampu mewadahi berbagai kegiatan budaya sekaligus menerapkan karakter Arsitektur Tradisional Kariwari sebagai identitas lokal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara induktif untuk menentukan kebutuhan dan konsep perancangan. Hasil perancangan berupa Pusat Kebudayaan Lisan dengan pembagian zona publik, semi publik, privat, dan servis, serta pengaturan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Penerapan Arsitektur Tradisional Kariwari dilakukan melalui transformasi bentuk atap, tata massa, pola ruang, serta penggunaan elemen dan ornamen yang terinspirasi dari karakter budaya masyarakat Tobati dan Enggros. Bangunan utama Kariwari ditempatkan sebagai pusat kawasan dan menjadi identitas visual dari Pusat Kebudayaan Lisan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran, pengembangan, dan pelestarian budaya lisan sekaligus memperkuat identitas arsitektur lokal Jayapura.
Copyrights © 2026