Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pemahaman siswa Madrasah Aliyah terhadap konsep takdir dalam perspektif teologi Qadariah dan Jabariah serta mengkaji perbedaan kecenderungan tersebut berdasarkan jurusan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 201 siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru, terdiri atas 127 siswa jurusan IPA, 49 siswa jurusan IPS, dan 25 siswa jurusan Bahasa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mengukur tiga dimensi utama, yaitu penentu hasil perbuatan, kemampuan mengubah takdir, dan balasan terhadap perbuatan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square untuk mengetahui perbedaan kecenderungan pemahaman takdir berdasarkan jurusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek penentu hasil perbuatan dan balasan terhadap perbuatan, mayoritas siswa cenderung memiliki pemahaman yang dekat dengan paham Qadariah yang menekankan kebebasan dan tanggung jawab manusia. Sebaliknya, pada aspek kemampuan mengubah takdir, mayoritas siswa menunjukkan kecenderungan kepada paham Jabariah yang menekankan dominasi kehendak Tuhan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² = 16,945 dengan signifikansi p = 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara jurusan akademik dan kecenderungan pemahaman siswa terhadap konsep takdir. Siswa jurusan IPA cenderung lebih dekat dengan pemahaman Jabariah, sedangkan siswa jurusan IPS dan Bahasa lebih dekat dengan pemahaman Qadariah. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi keilmuan berkontribusi terhadap konstruksi pemikiran teologis siswa dalam memahami konsep takdir. Kata Kunci: Takdir; Qadariah; Jabariah; Teologi Islam; Madrasah Aliyah.
Copyrights © 2026