Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pertumbuhan serta tingkat konvergensi Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis. Pendekatan tersebut dapat memberikan kemampuan untuk menganalisis hubungan timbal balik antarvariabel ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor sosial yang saling memengaruhi dalam proses penetapan upah minimum di tingkat provinsi. Data sekunder yang mencakup 34 provinsi selama periode 2018–2025 dimanfaatkan untuk menelusuri tren pertumbuhan UMP, tingkat ketimpangan regional, serta potensi penyetaraan antarwilayah hingga proyeksi tahun 2030. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun UMP nasional mengalami peningkatan yang berkelanjutan, disparitas antarprovinsi masih dapat dikatakan cukup mencolok, terutama di antara wilayah barat dan timur Indonesia. Melalui simulasi model dinamis, diperoleh tiga skenario proyeksi pertumbuhan, yaitu optimistis (7%), moderat (5%), dan pesimistis (3%) yang mana mencerminkan potensi konvergensi dengan laju berbeda. Temuan ini menegaskan pentingnya perumusan kebijakan upah minimum yang adaptif terhadap karakteristik ekonomi regional guna untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan tenaga kerja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026