Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Namun, efektivitas pengelolaan guru tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya sekolah, tetapi juga oleh tingkat partisipasi guru dalam proses manajemen. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen partisipatif dan implikasinya terhadap kinerja guru pada dua sekolah menengah pertama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif pada SMP Nasional Bandung dan SMP PGRI 7 Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, tetapi dengan tingkat partisipasi guru yang berbeda. SMP Nasional Bandung memiliki sistem organisasi dan fasilitas yang lebih baik, namun proses manajemennya masih cenderung top-down. Sebaliknya, SMP PGRI 7 Bandung yang memiliki keterbatasan sumber daya menunjukkan keterlibatan, motivasi, dan komitmen guru yang lebih tinggi melalui perencanaan partisipatif, pembagian tugas yang fleksibel, program pengembangan yang relevan, serta evaluasi yang dialogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen sekolah lebih ditentukan oleh kualitas pelibatan guru dalam proses manajemen dibandingkan oleh kelengkapan sumber daya organisasi semata. Temuan ini memperkuat pentingnya manajemen partisipatif sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan dan kinerja guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026