Penelitian ini bertujuan kemahiran menganalisis pengaruh penerapan model proses belajar mengajar Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan resiliensi matematis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One-Group Pretest–Posttest yang melibatkan 26 siswa kelas VIII-D MTsN 4 Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui angket resiliensi matematis, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, perhitungan effect size Cohen’s d, serta perhitungan normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian membuktikan adanya peningkatan rata-rata skor resiliensi matematis siswa dari 65,04 pada tahap pretest menjadi 84,54 pada tahap posttest. Hasil uji paired sample t-test membuktikan perbedaan yang signifikan (t(25) = 22,78; p < 0,05; CI 95% [17,74; 21,26]). Nilai effect size Cohen’s d sebesar 4,47 mengindikasikan pengaruh yang sangat besar, sedangkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,58 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya penerapan model proses belajar mengajar PBL berpengaruh secara signifikan dan bermakna dalam meningkatkan kemampuan resiliensi matematis siswa.
Copyrights © 2025