Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21, terutama melalui penggunaan soal open-ended yang mendorong munculnya berbagai strategi pemecahan masalah. Penelitian ini mensintesis tren dan pola berpikir kreatif matematis siswa sekolah dasar melalui Systematic Literature Review (SLR) menggunakan pedoman PRISMA. Pencarian artikel pada database internasional tahun 2021–2025 menghasilkan 423 temuan awal, dan setelah seleksi bertahap, 15 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa fluency dan elaboration adalah indikator kreativitas yang paling berkembang, sedangkan flexibility dan terutama originality masih rendah. Pola berpikir yang dominan adalah direct, ditandai dengan strategi tunggal dan pendekatan prosedural, sementara hanya sebagian kecil siswa mencapai tingkat fleksibel atau eksploratif. Pembahasan mengungkap bahwa soal open-ended, scaffolding parsial, kurikulum dengan tugas kreatif, serta integrasi teknologi dan konteks budaya dapat meningkatkan variasi strategi dan kedalaman penjelasan, meskipun penguatan orisinalitas tetap terbatas. Faktor penting lainnya adalah kesiapan guru dan kualitas instrumen penilaian. Secara keseluruhan, perkembangan kreativitas matematis siswa mengikuti pola: a) direct; b) elaborative; c) flexible; dan d) exploratory. Studi ini menegaskan perlunya pembelajaran yang konsisten berbasis eksplorasi dan refleksi untuk memperkuat kreativitas matematis sejak sekolah dasar.
Copyrights © 2025