Pemeriksaan kesehatan penjamah makanan merupakan langkah penting untuk mencegah kontaminasi mikrobiologis pada makanan, terutama pada layanan makanan hotel yang memiliki risiko cemaran tinggi. Salah satu metode yang digunakan adalah pemeriksaan rectal swab, yang mampu mendeteksi secara langsung keberadaan bakteri patogen yang hidup di saluran pencernaan dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan. Pemeriksaan ini bertujuan menganalisis keberadaan cemaran bakteri patogen pada penjamah makanan di salah satu Hotel X Kabupaten Buleleng. Pemeriksaan dilakukan secara deskriptif dengan subjek sebanyak enam penjamah makanan. Sampel rectal swab diambil dari enam penjamah makanan (nomor registrasi 1795–1800) menggunakan media transport Cary-Blair, kemudian diinokulasikan pada media selektif MacaConkeysAgar (MC), SalmonellaaShigella Agar (SS), dan ThiosulfateaCitrate BileaSalts Sucrose (TCBS). Identifikasi dilakukan secara makroskopis berdasarkan karakteristikpkoloni yang tumbuh setelah0inkubasi0selama 24 jam0padag37°C. Sampel yang menunjukkan pertumbuhan koloni tersangka selanjutnya dimurnikan padadmedia pemurnian NutrientaAgar (NA)ddan dilanjutkan denganduji biokimia (TSIA, SIM, dan Simmon’s Citrate), uji oksidase untuk isolat pada media TCBS, serta uji serologi menggunakan antisera polivalen. Hasildpemeriksaan menunjukkandbahwa enam sampeldnegatif terhadap bakteri patogen Escherichiaacoli, Salmonellaasp., Shigellaasp., dan Vibrioacholerae. Temuan ini menggambarkan kondisi penjamah makanan pada saat pemeriksaan dilakukan dan menunjukkan tidak terdeteksinya bakteri patogen saluran pencernaan pada sampel yang diperiksa. Pemeriksaan rectal swab tetap diperlukan sebagai metode skrining dalam pengawasan keamanan pangan dan perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung upaya pencegahan kontaminasi pangan di lingkungan hotel.
Copyrights © 2025