Ni Luh Ranthi Kurniawathi
UPTD. Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Buleleng

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Cemaran Bakteri Patogen pada Penjamah Makanan melalui Pemeriksaan Rectal Swab Kadek Diah Permatasari; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 19 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v19i3.108478

Abstract

Pemeriksaan kesehatan penjamah makanan merupakan langkah penting untuk mencegah kontaminasi mikrobiologis pada makanan, terutama pada layanan makanan hotel yang memiliki risiko cemaran tinggi. Salah satu metode yang digunakan adalah pemeriksaan rectal swab, yang mampu mendeteksi secara langsung keberadaan bakteri patogen yang hidup di saluran pencernaan dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan makanan. Pemeriksaan ini bertujuan menganalisis keberadaan cemaran bakteri patogen pada penjamah makanan di salah satu Hotel X Kabupaten Buleleng. Pemeriksaan dilakukan secara deskriptif dengan subjek sebanyak enam penjamah makanan. Sampel rectal swab diambil dari enam penjamah makanan (nomor registrasi 1795–1800) menggunakan media transport Cary-Blair, kemudian diinokulasikan pada media selektif MacaConkeysAgar (MC), SalmonellaaShigella Agar (SS), dan ThiosulfateaCitrate BileaSalts Sucrose (TCBS). Identifikasi dilakukan secara makroskopis berdasarkan karakteristikpkoloni yang tumbuh setelah0inkubasi0selama 24 jam0padag37°C. Sampel yang menunjukkan pertumbuhan koloni tersangka selanjutnya dimurnikan padadmedia pemurnian NutrientaAgar (NA)ddan dilanjutkan denganduji biokimia (TSIA, SIM, dan Simmon’s Citrate), uji oksidase untuk isolat pada media TCBS, serta uji serologi menggunakan antisera polivalen. Hasildpemeriksaan menunjukkandbahwa enam sampeldnegatif terhadap bakteri patogen Escherichiaacoli, Salmonellaasp., Shigellaasp., dan Vibrioacholerae. Temuan ini menggambarkan kondisi penjamah makanan pada saat pemeriksaan dilakukan dan menunjukkan tidak terdeteksinya bakteri patogen saluran pencernaan pada sampel yang diperiksa. Pemeriksaan rectal swab tetap diperlukan sebagai metode skrining dalam pengawasan keamanan pangan dan perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung upaya pencegahan kontaminasi pangan di lingkungan hotel.
Analisis Kebersihan Mikrobiologis Alat Makan di Instalasi Gizi Rumah Sakit X Kabupaten Buleleng Ni Luh Tutik Andini Layansari; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.109046

Abstract

Evaluasi kebersihan mikrobiologis alat makan di Rumah Sakit X Kabupaten Buleleng dilakukan setelah proses sanitasi untuk memastikan keamanan penggunaan alat makan bagi pasien dan tenaga medis. Sampel yang digunakan terdiri dari 30 unit alat makan, yang mencakup 10 sendok sayur, 10 piring, dan 10 mangkok sayur. Pemeriksaan dilakukan dengan metode kultur untuk identifikasi bakteri patogen potensial seperti Vibrio cholerae, Salmonella sp., Shigella sp., dan Escherichia coli, serta untuk mengukur jumlah koloni menggunakan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TPC pada semua sampel berada jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan, yaitu kurang dari 30 CFU/cm². Selain itu, tidak terdeteksi adanya bakteri penyebab infeksi gastrointestinal pada permukaan alat makan. Temuan ini mengindikasikan bahwa prosedur sanitasi yang diterapkan di rumah sakit sangat efektif dalam menjaga kebersihan alat makan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit melalui makanan di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, alat makan yang telah melalui proses sanitasi tersebut dapat dianggap aman untuk digunakan dalam penyajian makanan, berkontribusi pada peningkatan keamanan pangan bagi pasien dan tenaga medis, serta mendukung keseluruhan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Deteksi Bakteri Patogen pada Olahan Pangan Rumah Sakit dengan Metode Total Plant Count Kadek Ayu Laras Sati; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.109123

Abstract

Keamanan pangan merupakan prasyarat utama dalam penyelenggaraan layanan gizi rumah sakit karena makanan yang dikonsumsi pasien harus aman secara mikrobiologis dan sesuai dengan prinsip higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mikrobiologis olahan pangan berupa ayam, tahu, serta sayuran yang disajikan di Rumah Sakit X dengan mendeteksi keberadaan bakteri Escherichiajcoli, Salmonella sp., Shigellapsp., dan Vibriolcholerae. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif laboratorik. Sampel diambil secara aseptik sebanyak tiga jenis pangan siap saji, kemudian diuji menggunakan media Plate Count Agar (PCA), MacConkeyx Agar (MC), Salmonella-Shigella Agar (SSA), dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS). Apabila ditemukan koloni tersangka, konfirmasi dilakukan melalui pemurnian pada Nutrient Agar (NA) serta uji biokimia TSIA, SIM, Simmons citrate, dan uji oksidase. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji terhadap kriteria keamanan pangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki nilai TPC <30 koloni/gram dan tidak menunjukkan pertumbuhan koloni tersangka pada media selektif. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa ketiga olahan pangan yang diuji memenuhi persyaratan keamanan mikrobiologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi simultan pangan siap saji rumah sakit melalui kombinasi enumerasi total mikroba dan deteksi selektif empat bakteri patogen utama penyebab gangguan gastrointestinal. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan bahwa pengolahan pangan di Rumah Sakit X telah menerapkan higiene dan sanitasi yang memadai sehingga makanan aman untuk dikonsumsi pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memastikan keamanan makanan bagi pasien rumah sakit serta mendukung pencegahan risiko penyakit bawaan makanan (foodborne disease).  
Analisis Mikrobiologi Usap Permukaan Ompreng pada Berbagai Metode Pencucian Mathilda Hellena Da Costa Moniz; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Ni Luh Ranthi Kurniawathi; Erwan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113801

Abstract

Infeksi nosokomial masih menjadi isu penting di fasilitas kesehatan, sehingga kebersihan peralatan, termasuk ompreng sebagai wadah makanan pasien, perlu dikendalikan secara ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas kebersihan ompreng melalui pemeriksaan mikrobiologis menggunakan media transport Cary-Blair dan berbagai media selektif  SS (Salmonella Shigella), MC (Mac Conkey), TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose), dan PCA (Plate Count Agar). Sampel yang digunakan berjumlah 3 ompreng yang diperoleh dengan metode usap, kemudian diinokulasikan menggunakan teknik streak dan diuji melalui pengenceran berseri untuk pemeriksaan angka kuman. Identifikasi dilakukan berdasarkan karakteristik koloni serta uji biokimia TSIA4(Triple Sugar Iron Agar),4SIM (Sulfide Indole Motility), dan SC4(Simmon’s Citrate). Hasil menunjukkan tidak adanya pertumbuhan koloni bakteri phatogen Salmonella sp.,4Shigella4sp., Escherichia4coli, maupun Vibrio4cholerae pada seluruh sampel. Nilai Total Plate Count berada pada kisaran <30 koloni yang berarti masih dalam batas aman dan beberapa sampel menunjukkan 0 koloni/cm², menandakan kondisi permukaan ompreng higienis. Perbandingan metode pencucian menunjukkan bahwa seluruh metode menghasilkan jumlah koloni yang rendah, dengan metode dishwasher menggunakan air panas menunjukkan kecenderungan jumlah koloni paling rendah dibandingkan metode lainnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prosedur sanitasi optimal untuk mencegah risiko infeksi nosokomial.