Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya inklusif yang berkelanjutan di sekolah inklusif. Keberhasilan pendidikan inklusif sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah. Namun dalam implementasinya masih banyak tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis secara analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan berbagai strategi seperti memaksimalkan kebijakan inklusif yang sistematis, peningkatan kapasitas guru, evaluasi berkali terhadap praktif inklusi dan penguatan kerja sama dengan komunitas dan pemerintah. Faktor pendukung utama nya adalah komitmen sekolah, keterlibatan komunitas dan dukungan sarana prasarana. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya, adanya resistensi dari pihak tertentu, dan fasilitas yang kurang memadai. Keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada struktur kebijakan dan praktik pengajaran tetapi juga nilai-nilai yang dikembangkan di dalam lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025