Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa dengan menerapkan PBMCCS. Metode penelitian yang akan digunakan adalah Mixed Method dengan strategi eksplanatoris sekuensial dan desain penelitiannya adalah equivalent control group pretest–posttest design. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Islam Riau. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah lembar RPP berbasis PBMCCS dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) terintegrasi kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM). Instrumen pengumpulan data kuantitatif melalui instrumen tes KPMM, dan instrumen wawancara untuk data kualitatif. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data dilakukan untuk data kuantitatif dilakukan analisis statistik inferensial dengan pengolahan menggunakan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 20, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa yang mendapatkan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Cognitive Conflict Strategy secara keseluruhan, dan berdasarkan level curiosity matematis, terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa untu level tinggi dan rendah. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian besar mahasiswa memahami apa yang ditanyakan soal, apa langkah yang dilakukan dan memeriksa kembali jawaban yang diberikan, namun sebagian kecil mahasiswa masih kesulitan dalam menentukan langkah atau teorema apa yang dipakai dalam penyelesaian soal yang diberikan. Kesimpulan terdapat peningkatan kemampuan problem solving matematis mahasiswa melalui pembelajaran berbasis masalah dengan cognitive conflict strategy berdasarkan keseluruhan dan level curiosity matematis mahasiswa.
Copyrights © 2026