Pondok pesantren sering dipandang sebagai lembaga tradisional, namun perannya dalam membentuk narasi publik dan merespons krisis masih terbatas dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan mitigasi krisis melalui kontrol narasi publik di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran. Penelitian menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) dengan menganalisis narasi institusional, pernyataan resmi, serta komunikasi digital terkait pendidikan, dakwah, dan respons krisis. Hasil menunjukkan bahwa pesantren membangun narasi adaptif dengan mengintegrasikan nilai keislaman dan strategi komunikasi modern. Pesantren mengembangkan pendidikan holistik, menerapkan dakwah kontekstual, serta mengelola krisis reputasi melalui komunikasi yang transparan. Temuan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam membentuk wacana publik dan menjaga kepercayaan sosial di era digital.
Copyrights © 2026