Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian santri. Selain sebagai tempat menuntut ilmu agama, pesantren juga berfungsi sebagai lingkungan sosial yang mendidik santri untuk disiplin, mandiri, serta mampu beradaptasi dengan kehidupan berasrama. Santri mendapatkan pendidikan akademik sekaligus pembinaan non-akademik melalui kegiatan keagamaan dan sosial, sehingga proses pembentukan karakter menjadi bagian penting dari pendidikan di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, dan dokumen terpercaya. Data dianalisis untuk memahami berbagai problematika yang dihadapi santri, mulai dari adaptasi, pembelajaran, hingga perilaku dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan pesantren, kendala dalam belajar bahasa Arab, motivasi belajar yang rendah, serta munculnya perilaku menyimpang (su’ul adab). Faktor penyebabnya meliputi kondisi internal santri, pola pembinaan, lingkungan sosial, kompetensi pengajar, dan keterbatasan sarana. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk program orientasi santri baru, bimbingan konseling, komunikasi yang efektif, keteladanan dalam internalisasi adab, serta penguatan literasi digital, agar pembentukan karakter santri dapat lebih optimal.
Copyrights © 2026