Industri pertambangan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada aktivitas pengoperasian alat berat seperti dump truck. Pada perusahaan jasa pertambangan yang menjadi objek penelitian, dump truck merupakan unit dengan jumlah kecelakaan tertinggi, yaitu 14 kasus dari total 33 kasus kecelakaan kerja selama tahun 2024 hingga April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab kecelakaan kerja pada pengoperasian dump truck serta menentukan rekomendasi pengendalian yang sesuai. Metode yang digunakan adalah Double Ishikawa untuk mengidentifikasi faktor penyebab langsung dan faktor yang tidak terdeteksi, 5 Whys Analysis untuk menelusuri akar penyebab, Pareto Analysis untuk menentukan prioritas perbaikan, serta hierarki pengendalian untuk menyusun rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan kerja dipengaruhi oleh kondisi jalan hauling, muatan berlebih, kesalahan pengoperasian unit, maintenance yang belum optimal, rem blong, ketidaksesuaian unit terhadap medan, pengawasan yang belum optimal, serta pelaksanaan P5M yang belum sesuai dengan potensi bahaya. Berdasarkan Pareto Analysis, faktor penyebab dominan adalah kurangnya komitmen manajemen dalam memastikan pelatihan dan pengawasan berjalan secara konsisten, dengan persentase 37,5%. Rekomendasi pengendalian yang paling sesuai adalah pengendalian administrasi berupa penetapan pelatihan dan refreshment K3 sebagai program wajib yang dilaksanakan secara terjadwal, disertai evaluasi pemahaman dan pengawasan pelaksanaan.
Copyrights © 2026